TRIBUNCIREBON.COM - Ada hal yang berbeda dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Jika pada umumnya, pelatih memantau anak asuhnya tanding dipinggir lapangan, namun tidak bagi John Herdman.
Ia lebih memilih memantau skuad Garuda di atas tribun pada pentandingan Timnas Indonesia vs Kamboja pada Senin (28/7/2026).
Pada awal laga, John Herdman tidak berada dibangku cadangan melainkan berada di tribun.
Keputusan tersebut langsung mencuri perhatian karena jarang dilakukan oleh seorang pelatih kepala dalam pertandingan resmi.
Selama berada di tribun, Herdman mempercayakan tugas memberikan instruksi langsung kepada asistennya yakni Steven Vitoria.
Namun cara tersebut tidak berlangsung sepanjang pertandingan.
Sekitar menit ke-30, Herdman turun dari tribun dan kembali mengambil tempat di bangku cadangan untuk mendampingi skuad Garuda hingga laga berakhir.
Menanggapi soal aksinya tersebut, John Herdman akhirnya memberikan penjelasan.
Menurutnya, Timnas Indonesia kini memiliki kelompok pemain yang mampu mengambil tanggung jawab besar di lapangan tanpa harus terus bergantung kepada arahan pelatih dari sisi lapangan.
"Mengenai alasan saya berada di tribun, ada dua hal," kata John Herdman
"Pertama, saya ingin memberikan kepercayaan kepada para pemain," lanjutnya.
Baca juga: Live Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Kick Off Pukul 20:30 WIB
Ia menjelaskan bahwa selama masa persiapan, tim pelatih telah memberikan perhatian khusus dalam membentuk kelompok kepemimpinan di dalam skuad.
"Kami telah melakukan banyak pekerjaan bersama kelompok kepemimpinan tim," ujar eks pelatih Timnas Kanada tersebut.
"Saya merasa kami memiliki enam pemimpin yang luar biasa di dalam skuad ini."
Herdman menilai kehadiran para pemain senior dan sosok pemimpin di lapangan membuat tim tetap mampu menjalankan rencana permainan dengan baik, bahkan tanpa dirinya berada di pinggir lapangan.
"Mereka tidak selalu membutuhkan pelatih berada di pinggir lapangan," kata John Herdman.
"Buktinya, mereka mampu mencetak tiga gol tanpa saya berada di sisi lapangan," tegasnya.
"Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah tim yang dipenuhi pemimpin," sambungnya.
"Tentu ada saatnya mereka membutuhkan pelatih, tetapi malam ini bukan salah satunya."
Selain memberikan kepercayaan kepada para pemain, Herdman mengungkapkan ada alasan teknis di balik keputusannya duduk di tribun.
Dari posisi tersebut, ia dapat melihat pola permainan secara lebih luas untuk mengevaluasi sejauh mana materi latihan yang diberikan selama tiga pekan terakhir mampu diterapkan dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
"Selain itu, saya ingin melihat pertandingan dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya.
"Agar bisa menilai bagaimana hasil latihan selama tiga minggu terakhir diterapkan ketika tim berada di bawah tekanan, bermain di hadapan ribuan penonton, dan menghadapi lawan yang tangguh."
Menurut Herdman, eksperimen tersebut memberikan hasil yang memuaskan.
"Bagi saya, ini adalah malam yang sangat baik," tutupnya.