Kepala SMAN 1 Madat Jemput dan Sekolahkan Anak Mantan Kombatan GAM
Muliadi Gani July 28, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR - Kepala SMA Negeri 1 Madat, Kabupaten Aceh Timur, menjemput salah seorang siswa yang ekonomi orang tuanya tidak mampu untuk menyekolahkan sang anak.

Siswa tersebut merupakan anak mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang untuk sekadar membeli pakaian dan perlengkapan sekolah pun ia tak mampu.

Lalu, kepala sekolah beinisiatif menyekolahkan anak tersebut untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.

Hal itu diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Madat, Rinakhairani SPd kepada Prohaba.co, Senin (27/7/2026) siang.

Anak mantan kombatan yang, menurutnya, tidak mampu lagi secara finansial melanjutkan pendidikannya itu bernama Riski Ramadhan.

Rina menjelaskan, keterbatasan ekonomi memaksa Riski yang lulusan SMP Negeri 1 Pante Bidari mengurungkan niat untu kmelanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA).

“Riski merupakan anak sulung dari Rusdi (45), mantan kombatan GAM.

Baca juga: Siswa SD Sikundo Aceh Barat Belum Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

Setelah lulus pada 2026, ia belum dapat melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga yang dinilai tidak memungkinkan,” ujar Rina.

Menurut Rina, di rumah sederhana yang kini ditempati Rusdi sekeluarga, seragam kelulusan SMP milik Riski masih tergantung di dinding.

Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat Riski hanya bisa menyaksikan teman-teman seusianya melanjutkan sekolah ke SMA.

Rina mengungkapkan, menurut pengakuan Rusdi, saat ini dia sudah tidak mampu lagi bekerja secara maksimal.

Mantan tukang bangunan itu mengatakan, kondisi kesehatannya yang menurun membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Kondisi keluarganya semakin berat setelah sekitar enam bulan lalu istrinya mengajukan gugatan cerai dan kemudian menikah dengan pria lain.

Menurut Rusdi, perpisahan itu dipicu oleh persoalan ekonomi keluarga.

Rusdi menuturkan, akibat kondisi tersebut, anak keduanya Riski yang sebelumnya menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren, memutuskan pulang ke rumah untuk membantu mengurus adik-adiknya.

Rusdi mengatakan, Riski kini menggantikan peran ibunya dalam merawat tiga adiknya, yakni Muhammad Saddam, Mulia Ananda, dan Raysa Adelia.

“Riski terpaksa pulang. Di rumah ini tidak ada lagi yang mengurus adik-adik kalau bukan dia,” ungkapnya.

Baca juga: Bantuan Pendidikan Yatim Aceh 2026 Cair, Siswa Diminta Gunakan Dana untuk Kebutuhan Sekolah

Rusdi menyebutkan, selain menghadapi persoalan ekonomi, keluarganya juga kehilangan rumah akibat banjir besar yang melanda pada bulan November 2025 lalu. 

“Saat ini saya bersama anak-anak tinggal menumpang di rumah ibu yang berada di Dusun Gelugur, Desa Paya Demam Dua, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur,” ucapnya.

Rusdi mengaku, kondisi tersebut membuatnya tidak lagi memiliki tempat tinggal sendiri maupun sumber penghasilan yang memadai untuk membiayai kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak-anaknya.

Ia berharap, sebagai mantan kombatan GAM anak-anaknya dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan.

Namun, keterbatasan ekonomi membuat harapan tersebut belum dapat terwujud.

Mendengar kisah pilu yang diceritakan Rusdi, Rina berinisiatif memasukkan Riski ke SMA Negeri 1 Madat.

“Alhamdulillah, Riski saat ini sudah bersekolah dan semua pakaiannya berupa baju seragam, baju olahraga, baju batik, serta perlengkapan sekolah lainnya sudah ditanggung secara gratis oleh pihak sekolah,” kata Rina.

Ditambahkannya, untuk transportasi pulang pergi ke sekolah, ia telah berkoordinasi dengan salah seorang guru yang berdomisili di Pante Bidari.

“Alhamdulillah, guru tersebut bersedia memberikan tumpangan dengan menggunakan motor.

Untuk transportasi Riski sudah teratasi asalkan dia bisa bersekolah,” imbuh Rina.

Tepisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Rahmatsah Putra SPd MSM, menyampaikan bahwa inisiatif yang diambil kepala SMA Negeri 1 Madat itu sangat tepat untuk membantu siswa yang putus sekolah.

“Saya sebagai Kacabdisdik Kabupaten Aceh Timur memberikan apresiasi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 Madat, untuk menyelamatkan generasi bangsa karena ketiadaan ekonomi,” ucap Rahmatsah.

Ia mengungkapkan, akan bersedia mengulurkan tangan untuk membantu Riski dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, sehingga putra dari Aceh Timur itu mendapatkan pendidikan yang layak.

Ditambahkannya, kisah keluarga Rusdi menggambarkan tantangan berat yang masih dihadapi sebagian masyarakat dalam mengakses pendidikan akibat faktor ekonomi.

“Mereka berharap ada perhatian dari pihak terkait agar anak-anak yang mengalami kondisi serupa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan,” pungkas Rahmatsyah.

(Yarmen Dinamika)

Baca juga: Ayah Diimbau Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah, Tingkatkan Semangat Belajar

Baca juga: Aceh Jadi Prioritas Revitalisasi Sekolah 2026, Abdul Mu’ti: Pendidikan Harus Bermutu

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.