Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bupati Kepahiang Zurdi Nata menanggapi terkait warga desa se-kecamatan Kabawetan yang melakukan patungan untuk perbaikan jalan rusak parah pada Senin (27/7/2026).
Diketahui sebelumnya ratusan warga dari berbagai desa mulai berdatangan untuk bergotong royong memperbaiki jalan yang menghubungkan Desa Tangsi Duren hingga Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.
Sebagian warga membawa parang untuk membersihkan semak yang mulai menutupi bahu jalan, sementara yang lain bergotong royong mengangkut batu koral, menyiram aspal cair, hingga menambal lubang-lubang di badan jalan menggunakan aspal hotmix.
Aktivitas tersebut dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Sekitar 100 warga dari berbagai desa di Kecamatan Kabawetan terlibat dalam aksi gotong royong tersebut.
Mereka berupaya memperbaiki ruas jalan provinsi sepanjang sekitar enam kilometer yang sudah hampir lima tahun belum pernah direhabilitasi.
Di sepanjang ruas jalan itu terdapat ratusan lubang yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kendaraan pengangkut hasil pertanian, pelajar yang berangkat ke sekolah, hingga wisatawan yang menuju sejumlah destinasi di Kecamatan Kabawetan.
Nata menerangkan bahwa jalan yang diperbaiki oleh masyarakatnya tersebut merupakan milik provinsi.
"Jalan itu milik provinsi, jadi wewenang pemprov Bengkuli dalam menindak lanjuti itu," ucap Nata pada Selasa (28/7/2026).
Kendati demikian ia mengapresiasi inisiatif masyarakat dan seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam memperbaiki jalan tersebut.
"Iya kita mengapresiasi semangat gotong-royong mayarakat kita yang secara sukela memperbaiki jalan tersebut. Ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang sesuai dengan budaya asli kita," kata Nata.