Kemarau Bikin Air Berkurang, Warga Kota Bogor Ogah Mandi dan Mencuci di Sungai Ciliwung
Vivi Febrianti July 28, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sungai Ciliwung di Kota Bogor kian surut imbas kemarau yang melanda.

Terpantau, Selasa (28/7/2026), kondisi ini membuat bebatuan di sungai semakin terlihat di permukaan.

Sementara aliran air yang semakin surut terlihat mengalir melewati pinggiran badan sungai.

Warga Kota Bogor kebanyakan tak sampai menggunakan air Ciliwung untuk mandi dan mencuci di musim kemarau ini.

Karena kebanyakan warga Kota Bogor, untuk pasokan air mengandalkan air PDAM.

Kondisi ini berbeda dibanding beberapa kampung di wilayah Kabupaten Bogor hanya mengandalkan sumur untuk air bersih.

Ketika air sumur mengering mereka terpaksa turun ke sungai untuk mandi dan mencuci.

Melihat kondisi air Ciliwung, warga Kota Bogor juatru memilih enggan turun ke sungai.

Bahkan anak-anak yang biasa berenang di aliran Ciliwung saat air belum surut juga banyak yang kini dilarang oleh orang tuanya karena musim kemarau ini.

Karena kondisi air Ciliwung yang kotor bercampur dengan saluran pembuangan rumah-rumah warga semakin keruh ketika musim kemarau.

"Biasa anak-anak sekolah pada main, pada mandi, sekarang sama orang tuanya gak boleh," kata Didin (69) salah satu warga Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).

Kondisi air yang keruh membuat para orang tua khawatir anak mereka terjangkit penyakit.

"Karena airnya gini mah air limbah ini kebanyakan dari rumah-rumah," imbuh Didin.

Dia menjelaskan bahwa kondisi Ciliwung jauh berbeda dibanding dulu saat dia masih kecil.

Dulu, kata dia, aliran Ciliwung sedalam 2 meter pun dasarnya masih terlihat dari permukaan karena airnya jernih.

Namun kini berubah seiring pemukiman semakin padat dan limbah ke sungai semakin banyak.

"Dulu mah airnya bening, kedalaman dua meter kelihatan dasarnya," ungkal Didin.

"Sekarang airnya jadi begini ya karena manusia juga," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.