Keren! Bocah 9 Tahun Sukses Jual Sayuran Hasil Panen di Kebun Rumah
GH News July 28, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Bocah 9 tahun di California mengubah hobi berkebun menjadi bisnis sayuran segar. Ia sukses berjualan di pasar dan menyumbangkan hasil panen ke warga.

Berkebun bisa menjadi aktivitas menyenangkan untuk mengisi waktu luang anak-anak. Namun, bagi seorang bocah asal California, kegiatan ini berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.

Dilansir dari KSL (26/7/2026), anak 9 tahun bernama Richard Andino memilih menghabiskan waktu luangnya dengan berkebun. Richard tinggal di Loomis, California, Amerika Serikat.

Ia dikenal sebagai anak yang tekun mengurus kebun sekaligus menjual hasil panennya kepada masyarakat sekitar. Kecintaannya terhadap sayuran bermula dari pelajaran sederhana tentang cara menanam tanaman di sekolah.

Ruang Terbuka Publik dan Kebun Rumah Dalam Usaha Mitigasi DamIlustrasi berkebun. Foto: detik

Awalnya, Richard hanya memiliki dua kotak tanaman yang diisi beberapa jenis sayuran. Kini, ukuran kebun milik Richard telah bertambah hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan saat pertama kali dibuat.

Ia juga semakin serius mengelola hasil kebunnya untuk dijual kepada pelanggan. Richard awalnya menjual sayuran melalui lapak sederhana yang berada di depan rumahnya.

"Aku selalu cinta sayuran. Kemudian aku berpikir, aku ingin menjualnya," ujar Richard.

Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang hingga membuatnya menjadi penjual rutin di Loomis Farmers Market. Untuk dapat berjualan di pasar tersebut, keluarga Richard membentuk badan usaha berbentuk LLC.

Mereka juga sampai menyelesaikan proses persetujuan dari pemerintah daerah yang diperlukan untuk menjual hasil kebun. Hasil penjualan sayuran tersebut kemudian digunakan untuk membiayai sejumlah aktivitas liburan selama musim panas.

Keren! Bocah 9 Tahun Sukses Jual Sayuran Hasil Panen di Kebun RumahMomen Richard memanen sayuran dari hasil kebun di rumahnya. Foto: KSL

Namun, Richard tidak hanya memikirkan keuntungan dari bisnis kecilnya. Setelah mencapai target tabungan yang ditentukan, ia memilih menyumbangkan hasil panen yang tersisa kepada anggota masyarakat.

Bagi Richard, berkebun dan berjualan sayuran memberikan pengalaman yang lebih berharga daripada sekadar mendapatkan uang. Ia menikmati kesempatan untuk berada di luar rumah, merawat tanaman, dan bertemu dengan pelanggan.

Richard juga mengaku tidak terlalu menyukai aktivitas menggunakan layar dalam waktu lama. Ia lebih memilih bermain di luar dan menghabiskan waktunya dengan berbagai kegiatan yang membuatnya tetap aktif.

Menurut ibunya, Kabryna Andino, kebiasaan tersebut juga berkembang dari pengalaman Richard ketika masih kecil. "Saat ia masih di taman kanak-kanak, ia mengalami migrain yang sangat buruk karena terlalu sering di dalam rumah dan menatap layar," ujar Kabryna.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.