SDN Cipete Utara 01 Ditargetkan Rampung September 2026, Siswa Masih Menumpang Belajar
Feryanto Hadi July 28, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU – Pembangunan gedung baru SDN Cipete Utara 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ditargetkan selesai pada September 2026. Target tersebut disampaikan setelah proyek pembangunan sekolah itu menuai sorotan karena molor dari jadwal awal.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, mengatakan penyelesaian proyek kini terus dikebut agar sekolah dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Rencana September selesai," kata Sarwoko saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan. Namun, seluruh siswa masih harus menumpang di SDN Cipete Utara 09 yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari sekolah asal mereka.

"Ya, benar, KBM masih berlangsung," ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan SDN Cipete Utara 01 belum juga rampung meski tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai. Akibatnya, para siswa belum bisa kembali belajar di gedung sekolah mereka sendiri.

Baca juga: Hampir Setahun Dibangun, SDN Cipete Utara 01 Belum Selesai, ini Kata Disdik

Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan (UPPSP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ephraem Widjojo Sianturi, mengatakan proses pembangunan masih berlangsung dan pemerintah berupaya mempercepat penyelesaiannya.

"Terkait pelaksanaan pembangunan masih tetap berlangsung," ujar Ephraem.

Ia memastikan kebutuhan kegiatan belajar mengajar tetap dipenuhi meski siswa sementara dipindahkan ke sekolah lain.

"Kami upayakan secepatnya dan saat ini kebutuhan KBM tetap berjalan dengan baik," katanya.

Pembangunan gedung sekolah tersebut semula ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. Namun hingga hampir satu tahun berjalan, proyek belum juga tuntas.

Warga sekitar, Iin Solihin (48), mengaku mengetahui target enam bulan tersebut dari sejumlah pekerja proyek yang dikenalnya.

"Katanya proyek ini targetnya cuma enam bulan. Harus selesai sebelum tahun ajaran baru," ujar Iin.

Menurut dia, proyek sempat nyaris berhenti selama sekitar empat bulan. Penyebabnya diduga karena sejumlah pekerja belum menerima pembayaran upah sehingga memilih menghentikan pekerjaan.

"Yang saya dengar banyak pekerja belum dibayar. Ada yang dua bulan, ada yang tiga bulan. Jadi mereka berhenti dulu," tuturnya.

Ia mengaku melihat langsung aktivitas proyek yang semula ramai dengan ratusan pekerja perlahan sepi.

"Waktu awal ramai sampai malam kerja. Lama-lama berkurang, lalu sekitar empat bulan sepi. Paling cuma pekerjaan kecil," katanya.

Keterlambatan pembangunan berdampak pada proses belajar siswa. Mereka kini harus menumpang di sekolah lain dengan sistem bergantian sehingga jam belajar menjadi terbatas.

"Anak-anak masuk siang, bahkan kadang baru satu mata pelajaran sudah pulang karena ruang kelas terbatas," ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Iin melihat aktivitas proyek kembali berjalan. Sejumlah kendaraan proyek, pekerja, hingga perwakilan dinas terlihat berada di lokasi.

"Tadi pagi sudah ramai lagi. Ada orang proyek, guru, dan orang dinas. Sepertinya mau mulai dikerjakan lagi," katanya.

Ia berharap pembangunan benar-benar dipercepat agar para siswa dapat kembali belajar di sekolah sendiri.

"Harapan saya semoga cepat selesai. Kasihan anak-anak yang masih harus numpang sekolah," ucapnya.

Pantauan Warta Kota di lokasi menunjukkan bangunan sekolah empat lantai yang berada di Jalan RS Fatmawati Raya itu masih dalam tahap pengerjaan. Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan bagian tembok halaman, sementara alat berat dan truk pengangkut material masih berada di area proyek.

Puluhan meja dan kursi sekolah juga terlihat ditumpuk di lantai dasar bangunan, menandakan gedung tersebut belum siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.