Maling Bawa Kabur Laptop dari Tempat Reparasi di Medan, Modusnya Ngaku Jadi Pemilik
Randy P.F Hutagaol July 28, 2026 05:57 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi pencurian dengan modus penipuan terjadi di sebuah toko reparasi alat elektronik yang berada di Jalan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Dalam melancarkan aksinya, pelaku yang sempat terekam kamera CCTV toko tersebut bermodus mengaku sebagai pemilik untuk mengambil laptop yang telah selesai direparasi di toko tersebut. 

Berdasarkan keterangan dari pemilik toko, Ahmad Fauzi, aksi pencurian yang dialaminya ini terjadi pada Senin (27/7/2026) kemarin sekitar pukul 18.57 WIB. Katanya, saat itu tokonya sempat ia tinggalkan untuk melaksanakan salat maghrib dimana hanya dijaga oleh satu anak magang. 

"Semalam kejadianya bang, pas saya lagi salat maghrib. Pelaku datang pura-pura mau ngambil laptop, memang semalam ada satu laptop yang sudah selesai saya perbaiki mau diambil sama yang punya," ujar Fauzi, Selasa (28/7/2026). 

Amatan www.tribun-medan.com, dari rekaman video CCTV toko korban tampak awalnya pelaku yang mengenakan baju berwarna hitam itu masuk ke toko sambil celingukan.

Begitu masuk ke toko, anak magang tersebut langsung menanyai tujuan kedatangannya ke sana. Di situlah pelaku langsung memainkan perannya, melakukan penipuan hingga akhirnya berhasil membawa kabur laptop korban. 

Dijelaskan Fauzi, sebelum kejadian pendirian ini awalnya ia menerima orderan perbaikan satu unit laptop milik seorang pelanggan wanita, Senin (27/7/2026) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Katanya, melihat kondisi kerusakan laptop jenis HP itu ia menjanjikan kepada pemilik laptop jika perbaikan akan selesai pada sore hari. 

Setelah perbaikan selesai, ia lantas menghubungi pemilik laptop agar datang ke counter untuk mengambil laptopnya yang telah selesai diperbaiki. Namun, saat ia melakukan konfirmasi ke pemilik laptop saat sore hari pemilik mengaku baru bisa mengambil laptopnya menjelang malam. 

"Sudah selesai diperbaiki itu, saya konfirmasilah sama kakak itu, bahwasanya laptopnya udah selesai, kapan mau diambil. Dibilangnya, oke, bang ini saya langsung ke sana. Kan ditunggu-tunggu juga, sebelum jam 6 itu kok nggak ada datang. Terakhir saya follow up lagi, kan, baru dia bilang habis maghrib," ucapnya. 

Sambil menunggu kedatangan pemilik laptop, karena sudah menunjukkan waktu salat magrib Fauzi mengaku ia sempat meninggalkan toko untuk melaksanakan salat maghrib di masjid. Namun, setelah selesai salat ia mengaku mendapatkan kabar dari anak magang di tokonya jika laptop yang sebelumnya akan diambil pemiliknya sudah diambil oleh seseorang. 

Namun, saat itu ia sempat mengkonfirmasi kepada siswa magang itu siapa yang mengambil laptop tersebut. Karena nama yang disebutkan berbeda dengan pemilik laptop, ia langsung kaget dan seketika kembali ke tokonya. 

"Kata anak magang itu laptopnya sudah diambil atas nama Rafi, terus saya bilang Rafi siapa, karana nama kakak itu beda. Katanya pun sudah dibayar lunas biaya perbaikannya, terus saya langsung pulang," katanya. 

Benar saja, saat dilakukan pengecekan CCTV ia melihat jika laptop tersebut sudah dibawa oleh seorang pria yang mengaku-nggaku disuruh oleh pemilik laptop tersebut. 

"Memang kebetulan, nama rekening untuk pembayaran laptop itu tadi memang di ujungnya Rafi. Entah itu saya letak bon faktur penjualannya itu di atas laptop, mungkin aja dia lihat, dibilang dia lah atas nama Rafi," ungkapnya. 

Dijelaskan Fauzi, memang saat itu siswa yang sedang magang di tokonya itu tak langsung serta merta langsung menyerahkan laptop itu. Menurut pengakuannya, anak tersebut sempat mengonfirmasi kepada pelaku seperti meminta tanda bukti penyerahan laptop saat akan diperbaiki, hingga tanda transaksi pembayaran perbaikan. 

"Ditanya anak PKL juga, mana tanda terimanya, dijawab pelaku ketinggalan, terus ditanya lagi pembayarannya gimana, sudah lunas kata pelaku, tinggal ambil saja laptopnya," katanya. 

Tak hanya itu, sebelum menyerahkan laptop itu siswa tersebut juga sempat meminta kepada pelaku untuk menunggu beberapa waktu sambil menunggu teknisi (Fauzi) yang sedang salat. Memanfaatkan momen ini, Fauzi menjelaskan berdasarkan pengakuan anak magang tersebut pelaku juga sempat meminta untuk segera menyerahkan laptop dengan alasan memburu waktu. 

"Pertama dia (pelaku) diam, eggak lama kemudian dibilang dia, dek cepat lah aku mau salat juga, katanya gitu. Begitu dibilang kayak gitu, langsung dikasih anak PKL ini laptopnya," ungkapnya. 

Ketika ditanya apakah ia pernah melihat pelaku sempat berkeliaran di sekitar tokonya sebelum kejadian berlangsung, ia mengaku tak sempat melihat. Dikatakannya, ia juga baru saja membuka toko tersebut sekitar dua pekan terakhir. 

"Enggak ada nampak bang, kita juga baru buka sekitar dua minggu," katanya. 

Ditanya mengenai respon dari pemilik laptop tersebut, Fauzi mengaku ketika pemilik laptop datang untuk menjemput laptopnya ia langsung menjelaskan apa yang baru saja dialaminya. Beruntung, sang pemilik laptop mengerti dan meminta rekaman CCTV untuk membantu menyebarkan aksi pencurian laptopnya itu. 

"Itulah sama-sama kami cek CCTV-nya, untung ngerti kakak itu. Ya saya minta waktu juga lah sama kakak itu untuk nyari pelaku sama barang buktinya ini," ungkapnya. 

Atas kejadian ini, Fauzi mengaku ia sudah langsung membuat laporan ke Polsek Medan Timur terkait apa yang dialaminya pada malam tadi. Hingga saat ini, ia mengaku sudah dimintai keterangan sampai dini hari tadi dan direncanakan akan kembali dimintai keterangan pada hari ini. 

"mudah-mudahan cepat lah, Bang, bisa dapat cepat kena satu, kita juga baru buka usaha, ya kan, Bang? Baru buka usaha, dapat musibah ini kalau harus ganti segitu kan lumayan juga," pungkasnya.

(mns/tribun-medan.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.