- Bos Perusahaan Otobus (PO) Haryanto, Haji Haryanto, mengungkapkan rasa syukurnya setelah sang putra, Rian Mahendra, kembali ke perusahaan.
Rian kini kembali mendapat amanah di PO Haryanto setelah beberapa tahun lalu sempat terjadi polemik yang membuatnya hengkang dari perusahaan.
Kini, Rian dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasional PO Haryanto.
Kembalinya Rian disambut baik oleh Haji Haryanto. Ia mengaku sejak lama berharap putranya kembali ke perusahaan.
Hal itu disampaikan Haji Haryanto saat berbincang dengan Tribun Jateng di kantor sekaligus garasi PO Haryanto di Jalan Lingkar Ngembalkulon, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
"Mas Rian sudah saya gadang-gadang sejak lama. Tidak ada orang tua yang benci kepada anaknya. Tidak mungkin," ujar Haji Haryanto.
Menurutnya, orang tua akan selalu menyayangi anaknya. Namun, ketika anak melakukan kesalahan, orang tua juga berkewajiban mengingatkannya.
"Orang tua pasti sayang kepada anak. Kalau anak salah, harus diingatkan," katanya.
Haji Haryanto mengatakan dirinya juga mendapat didikan keras dari orang tuanya sejak kecil. Nilai-nilai tersebut kemudian berusaha ia terapkan kepada anak-anaknya, termasuk Rian.
"Saya bisa sampai begini karena dididik oleh orang tua. Dididik untuk kebaikan. Jalankan salat lima waktu dengan baik.
Sedekah kepada orang yang susah. Jangan melihat orang lapar di depan matamu. Berilah dulu sebelum dia meminta," tuturnya.
Menurut Haji Haryanto, orang tua memiliki kekhawatiran terhadap masa depan anak-anaknya.
"Orang tua pasti punya rasa takut, apakah anak saya sukses atau tidak.
Tidak ada orang tua yang ingin anaknya masuk neraka. Orang tua ingin berkumpul dengan anak di dunia dan di akhirat. Anak saya saya gembleng untuk tekun beragama," ujarnya.
Bersyukur Rian Kembali
Haji Haryanto secara khusus mengungkapkan rasa syukurnya setelah Rian kembali ke PO Haryanto.
"Dengan kembalinya Mas Rian saya bersyukur kepada Allah karena Mas Rian orang pintar," katanya.
Menurut Haji Haryanto, kepintaran Rian terkadang membuat putranya sulit menerima nasihat dan mudah terbawa emosi.
"Biasanya orang pintar itu susah dinasihati. Kalau tidak pas, kadang emosinya muncul."
Namun, Haji Haryanto menilai Rian kini mulai memahami harapan orang tuanya.
"Sekarang dia sadar apa yang dicita-citakan orang tuanya. Jangan sampai dia menyasar ke mana-mana," ujarnya.
Haji Haryanto mengungkapkan bahwa sejak lama Rian memang digadang-gadang untuk kembali memegang perusahaan.
"Memang Mas Rian ini saya gadang-gadang untuk kembali memegang perusahaan.
Karena perusahaan sudah besar. Nama Haryanto ini sudah besar dan dikenal," katanya.
Belum Sepenuhnya Diserahkan kepada Rian
Meski Rian telah kembali, Haji Haryanto belum sepenuhnya menyerahkan pengelolaan PO Haryanto kepada sang putra.
Ia masih akan berada di belakang layar untuk memastikan perusahaan siap diteruskan oleh Rian dan adik-adiknya.
"Ya, untuk PO Haryanto saya tetap di belakang layar sebelum saya tutup mata, sebelum saya dipanggil Allah.
Ini semua harus beres dulu sebelum saya serahkan kepada Mas Rian dan adik-adiknya," jelasnya.
Haji Haryanto juga akan memberikan bekal kepada anak-anaknya dalam menjalankan perusahaan.
"Tetap nanti saya kasih resepnya. Resep orang usaha pasti ada. Resepnya nanti dari saya. Itu rahasia perusahaan," ujarnya.
Ia meyakini anak-anaknya telah dipersiapkan untuk melanjutkan perusahaan yang dirintisnya sejak 2002.
"Yakinlah anak-anak saya sudah saya siapkan. Yakinlah PO Haryanto di luar sana masih gebyar.
Masih digemari para penumpang. Apalagi nanti akan turun armada-armada baru sebagai bagian dari peremajaan," pungkasnya.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jateng
Editor: Akmal Khoirul Habib
#SaksiKata #RianMahendra #HajiHaryanto #POHaryanto #BusHaryanto #Kudus