TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Belum semua penyandang disabilitas di Jakarta mendapatkan bantuan dari Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) atau program bantuan lainnya.
Di antaranya Apni Nelya (37), penyandang disabilitas warga Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur yang hingga kini masih berjualan mencari pekerjaan.
Apni yang merupakan penderita autoimun dan harus berjalan menggunakan alat bantu tongkat mengaku tak menerima bantuan KPDJ, program keluarga harapan (PKH), atau bantuan lain.
Padahal untuk sekadar tidur saja, Apni dan anaknya yang berusia 6 tahun harus tidur menumpang di masjid dan rumah tetangga atau nomaden karena tidak memiliki tempat tetap.
"Belum dapat (bantuan) sampai detik ini. Kemarin sih udah ngajuin PKH sama sembako, tapi belum dapat. Katanya suruh ngantre, tapi cukup lama ya," kata Apni di Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Apni mengaku masih bergantung kepada bantuan dari berbagai pihak, termasuk untuk kebutuhan seragam sekolah anaknya.
Ironinya dengan kondisi Apni yang belum bekerja dan tak memiliki tempat tinggal tetap, Apni sempat diklasifikasika dalam desil 6 atau kategori untuk warga dengan ekonomi menengah.
Baru setelah menjelaskan kondisi perekonomiannya, status desil Apni pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial diubah menjadi desil 2.
Pun hingga kini Apni tidak juga menerima bantu sosial apapun baik dari Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat, satu-satunya bantuan pemerintah diterima hanya akses BPJS Kesehatan.
"Sudah bertahun-tahun saya ngajuin tapi belum dapat juga sampai detik ini. Sudah mengajukan lebih dari 5 tahun, ada kali 10 tahunan. Sampai sekarang belum dapat sama sekali," ujarnya.
Apni sebenarnya tidak berniat berpangku tangan kepada pemerintah, karena hingga kini dia terus berupaya mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan untuk bidang admin.
Sudah tak terhitung berapa banyak lamaran yang dikirim ke berbagai perusahaan, bahkan dia masih aktif mengikuti job fair atau bursa kerja diadakan Pemprov DKI.
Saat kegiatan job fair di GOR Ciracas yang diadakan Pemkot Jakarta Timur hari ini saja, Apni sudah tiba di lokasi sekitar dua jam sebelum kegiatan dimulai demi melamar pekerjaan.
Tapi minimnya perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk penyandang disabilitas menjadi kendala, sehingga Apni belum mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Lowongannya kurang memadai. Jadi harapannya semoga lebih banyak lagi, khususnya untuk disabilitas yang membutuhkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi sehari-hari," tuturnya.
Baca juga: JANGAN Terlewat! Job Fair GOR Ciracas Digelar 28-29 Juli 2026, Ribuan Lowongan dari 37 Perusahaan
Baca juga: Siap-Siap Bakal Ada Job Fair di Jakarta Utara, Ini Daftar 42 Perusahaan Pembuka Lowongan
Baca juga: Pemprov DKI Rajin Gelar Job Fair, Pramono Klaim Berhasil Turunkan Pengangguran Jadi 6,05 Persen