Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mendorong kolaborasi, inovasi sekaligus mempererat hubungan seluruh pelaku industri guna memperkuat ekosistem pariwisata khususnya Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE).

"Seabef bermula pada tahun 2023 sebagai ide sederhana yang memungkinkan negara-negara Asia Tenggara mengembangkan industri event dengan lebih cepat dan lebih berkelanjutan melalui kerja sama," kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar Vinsensius Jemadu dalam pra-pembukaan Seabef 2026 di Jakarta, Selasa.

Vinsensius menyampaikan penyelenggaraan Seabef mempertemukan para pemimpin, pelaku industri, hingga pengambil kebijakan untuk membahas masa depan industri bisnis event di kawasan Asia.

Kehadiran Seabef diharapkan menjadi ruang bersama bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor bisnis event.

Tahun ini, Seabef digelar bersamaan dengan Indonesia Business Events Mart (IBEM), sehingga diharapkan mampu memperluas ruang diskusi sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku industri MICE di kawasan.

"Kami menyambut seluruh pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berdiskusi secara terbuka mengenai arah industri, mulai dari kebijakan regional, praktik terbaik, pengembangan sumber daya manusia, hingga bagaimana kita bersama-sama menghadirkan event-event besar di Asia Tenggara," katanya.

Vinsensius berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat daya saing industri MICE ASEAN dalam jangka panjang.

Ia meyakini semangat kolaborasi yang dibangun melalui Seabef akan menciptakan nilai berkelanjutan bagi industri business events di kawasan sekaligus memperkuat kemitraan regional menuju ekosistem MICE yang lebih tangguh.

Selain itu, Vinsensius menegaskan pemerintah Indonesia memiliki keinginan kuat untuk menempatkan industri event sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi nasional.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai event berkualitas akan meningkatkan mobilitas wisatawan, memperluas aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Presiden Indonesia sangat memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan event. Pemerintah menyadari bahwa event merupakan alat untuk menarik pergerakan masyarakat, dan ketika masyarakat datang, maka pertumbuhan ekonomi akan ikut meningkat," ujarnya.

Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) 2026 mengusung tema “Beyond Business Events: Redefining the Future of Events as a Catalyst for Competitive, Sustainable, and High-Value Tourism Growth”.

Acara diselenggarakan pada 28 sampai 29 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Seabef pun akan dilaksanakan bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang digelar pada 28 sampai 31 Juli 2026.

Kedua forum ini dihadirkan dengan tujuan untuk reposisi peran event sebagai penggerak utama nilai ekonomi, keberlanjutan, inovasi, serta menyelaraskan ekosistem event di kawasan regional.

Melalui forum ini, Kementerian Pariwisata berharap dapat tercipta wadah yang strategis untuk memperluas jejaring serta memperkuat kolaborasi antara para pelaku industri event, baik di tingkat nasional maupun internasional.