Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi tidak ada potensi ancaman tsunami di seluruh wilayah Indonesia akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,8 yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang, Selasa petang waktu setempat.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa masyarakat di tanah air diharapkan agar tetap tenang karena pemodelan BMKG menunjukkan dampak gempa tersebut tidak memicu gelombang tsunami ke Indonesia.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa peristiwa tektonik yang mengguncang wilayah Kyushu, Jepang, pada Selasa petang waktu setempat atau pukul 14.27 WIB itu memiliki parameter pemutakhiran magnitudo 6,8.
Adapun hasil pemodelan BMKG mendapatkan episenter gempa bumi tersebut berada pada koordinat 32,59° LU dan 130,68° BT, atau berlokasi tepat di darat pada jarak 6 kilometer arah Barat Daya Uki, Prefektur Kumamoto, Jepang.
Kemudian ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser (strike slip).
BMKG juga mencatat adanya satu kali aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo cukup kuat yakni M6,3 setidaknya sampai dengan pukul 15.15 WIB.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," kata Wijayanto





