BPD GAPENSI Kaltara Satukan Lintas Sektor, Dorong Pembentukan Satgas Distribusi BBM Subsidi
Cornel Dimas Satrio July 28, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kalimantan Utara menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Cafe D'Kafetaria Coffee, Jalan Lembasung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (28/7/2026). 

Forum diskusi ini bertema Sinergitas Lintas Sektoral Memastikan Ketahanan Kuota BBM Subsidi Biosolar dan Pertalite untuk Menjaga Stabilitas Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Perbatasan Wilayah Kaltara.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan instansi, di antaranya Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltara, Biro Ekonomi Pemprov Kaltara, PT Pertamina Patra Niaga, akademisi, organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, hingga insan media.

Tidak hanya diisi dengan pemaparan materi dari para narasumber, tetapi forum ini juga diwarnai diskusi dan penyampaian berbagai masukan serta rekomendasi terkait penyaluran BBM subsidi di Kaltara.

Dalam diskusi tersebut para peserta mengharapkan penyaluran BBM subsidi harus lebih tepat sasaran dan mampu menjaga stabilitas logistik di Kalatara 

Ketua BPD GAPENSI Kaltara, Syamsul Bahri mengatakan, forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah nyata melalui tindak lanjut seluruh pihak yang terlibat.

"Kadang-kadang omongan dari orang-orang selesai acara itu cuma lewat begitu saja. Tapi kalau kita tidak buat forum seperti ini, tidak ada yang kita dapat. Kalau kita hanya diam, tentu tidak akan ada hasil," ujar Syamsul kepada TribunKaltara.com.

DORONG SATGAS BBM - Pelaksanaan FGD di Cafe D'Kafetaria Coffee, Jalan Lembasung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara, Selasa (28/7/2026). BPD GAPENSI Kaltara satukan lintas sektor, dorong pembentukan Satgas Distribusi BBM Subsidi, demi stabilitas logistik dan ekonomi Kalimantan Utara.
DORONG SATGAS BBM - Pelaksanaan FGD di Cafe D'Kafetaria Coffee, Jalan Lembasung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara, Selasa (28/7/2026). BPD GAPENSI Kaltara satukan lintas sektor, dorong pembentukan Satgas Distribusi BBM Subsidi, demi stabilitas logistik dan ekonomi Kalimantan Utara. (TribunKaltara.com/Rismayanti)

Baca juga: DPRD Kaltara Soroti Antrean BBM Subsidi, Muddain: Harus Ditangani Secara Sistematis

Ia menegaskan, keberhasilan sebuah forum tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi dari sejauh mana rekomendasi yang dihasilkan benar-benar diwujudkan.

Karena itu, ia berharap seluruh stakeholder dapat bergerak sesuai kewenangan masing-masing.

"Untuk tindak lanjutnya tentu saya berharap siapa pun yang hadir hari ini, terutama dari dinas-dinas terkait, segera menindaklanjuti beberapa kesepakatan dan rekomendasi yang lahir hari ini," katanya.

Syamsul juga menyatakan kesiapan GAPENSI apabila nantinya dipercaya terlibat dalam pembentukan satuan tugas (satgas) yang akan menangani persoalan distribusi BBM subsidi di Kalimantan Utara.

Namun menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah dan instansi terkait.

"Kalau memang dipercaya terlibat tentu kami siap, karena saya pikir kami ini sebenarnya hanya perpanjangan tangan. Tapi kalau memang tidak, saya pikir dengan terbentuknya tim satgas itu berarti apa yang ingin kita capai sudah mulai ada jalannya," jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui belum ada jaminan seluruh upaya yang dirancang akan langsung berhasil.

Namun, menurutnya, membentuk langkah bersama tetap jauh lebih baik dibanding tidak melakukan apa pun.

"Walaupun kita belum tahu apakah nanti akan berhasil atau tidak, tapi kalau tidak dibuat sama sekali ya tentu lebih tidak jalan lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan gagasan menggelar FGD tersebut berawal dari pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) GAPENSI beberapa waktu lalu.

Saat itu, pengurus pusat mempertanyakan berbagai persoalan distribusi BBM subsidi yang terjadi di Kalimantan Utara sehingga mendorong lahirnya inisiatif untuk mempertemukan seluruh pihak dalam satu forum diskusi.

"Kenapa kami menginisiasi forum ini? Ketika kami Musda beberapa hari lalu kebetulan kami punya tamu dari pusat dan mereka mempertanyakan kondisi ini kok seperti ini," tuturnya.

Ia mengaku bersyukur karena kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Polda Kalimantan Utara sehingga FGD akhirnya dapat terlaksana.

Syamsul berharap forum yang digagas GAPENSI bersama para pemangku kepentingan tersebut dapat menjadi awal perubahan terhadap tata kelola distribusi BBM subsidi di Kaltara.

"Alhamdulillah teman-teman dari Polda mau mendukung kami melaksanakan kegiatan ini bersama-sama. Mudah-mudahan walaupun kegiatan ini kecil, setitik bisa memberikan dampak sehingga ketika nanti sudah ada perubahan, kita bisa bilang ada juga hasil yang kita dapat," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.