TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan agenda strategis tahunan, Pertemuan Ilmiah Tahunan Wilayah (PITWIL) Tahun 2026, pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2026 bertempat di Harris Hotel & Convention Center, Festival Citylink Bandung.
Acara ini diikuti secara antusias oleh 219 peserta, di mana peserta dengan asal terjauh datang dari Provinsi Sulawesi Tenggara.
Mengusung tema “Professional, Adaptive, and Globally Competitive Dialysis Nurses”, kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah bagi para perawat dialisis untuk saling bertukar ilmu, memperbarui kompetensi, dan mempererat tali silaturahmi profesi.
Ketua DPW PPNI Jawa Barat, Prof. Dr. Budiman, S.Pd.,SKM.,S.Kpe.,Ners.,M.Kes.,MH.Kes.,M.Kep.,CBCHN., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah IPDI.
Ia menyoroti peran penting organisasi profesi di era modern.
"IPDI Jawa Barat telah menunjukkan komitmen dan konsistensi yang luar biasa dalam upaya pengembangan sumber daya manusia, khususnya perawat dialisis. Peran aktif organisasi profesi seperti inilah yang secara nyata kita butuhkan untuk terus mengawal dan meningkatkan standar keperawatan di tengah tantangan kesehatan yang semakin kompleks," tegas Prof. Budiman.
Ketua Pengurus Wilayah IPDI Jawa Barat, Toni Rahmat Jaelani, S.Kep., Ners., M.Kep., menyampaikan bahwa tema ini dipilih sebagai respons atas derasnya arus transformasi digital yang masuk ke dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya di unit dialisis.
“Kami memandang sangat penting bagi perawat dialisis untuk tidak hanya mahir dalam keterampilan klinis konvensional, tetapi juga sigap dan adaptif dalam mengoperasikan teknologi terbaru serta sistem data digital yang kini menjadi standar pelayanan global,” ujar Toni.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi yang solid dengan berbagai mitra industri dan institusi kesehatan sangat krusial untuk menghasilkan pelayanan paripurna bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia PITWIL IPDI Jabar, Iqbal Firdaus, menyoroti urgensi dari pergeseran paradigma dalam asuhan keperawatan.
“Mulai dari implementasi rekam medis elektronik yang terintegrasi, hingga operasionalisasi mesin hemodialisis canggih masa kini, perawat dituntut berada di garis terdepan. Kami menginisiasi acara ini sebagai kawah candradimuka bagi perawat dialisis di Jawa Barat untuk merespons tantangan zaman,” ungkapnya.
Selama dua hari penyelenggaraan, peserta disuguhkan dengan rangkaian materi komprehensif, mulai dari seminar mengenai kecerdasan buatan (AI) dalam model perawatan dialisis, hingga workshop teknis seperti perawatan akses vaskular dan penanganan komplikasi intradialitik.
Lebih dari sekadar ajang ilmiah, acara ini juga menghadirkan kegiatan yang mendekatkan para perawat dialisis melalui Lomba Cerdas Cermat antar korda serta Malam Keakraban (Gala Dinner) yang dipenuhi dengan penampilan kreasi peserta untuk merayakan kebersamaan profesi.
Diharapkan, melalui PITWIL IPDI Jawa Barat Tahun 2026 ini, IPDI Jawa Barat bersama seluruh mitra strategis mampu terus mencetak perawat dialisis yang tangguh, melek teknologi, dan mampu menghadirkan standar pelayanan keperawatan yang unggul di era digital