TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY menekankan pentingnya kurikulum pemagangan di DIY.
Wakil Ketua Umum Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM, dan Ketenagakerjaan KADIN DIY, Rommy Heryanto menerangkan secara umum program pemagangan, baik nasional maupun daerah memberikan dampak positif bagi perusahaan.
Melalui program pemagangan, perusahaan mendapatkan SDM yang dapat dilatih dan memudahkan proses perekrutan tenaga kerja. Sebab, pemagang sudah memiliki kemampuan, pengetahuan, dan sikap kerja yang dibutuhkan perusahaan.
Kendati demikian, keberhasilan program magang harus disertai dengan kurikulum hingga rencana pembelajaran yang jelas.
"Perusahaan harus memiliki pelatih atau mentor pemagangan. Tentunya mentor sudah mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebagai pelatih tempat kerja. Pelaksanaan program magang harus memiliki kurikulum, silabus dan rencana pembelajaran yang baik. Sehingga anak magang akan melakukan apa sudah jelas," katanya, Selasa (28/7/2026).
"Dalam program pemagangan harus ada logbook, misalnya buku atau dokumen yang harus diisi oleh pemagang dan pendamping atau pelatih untuk memantau perkembangan pemagang," sambungnya.
Melalui kurikulum yang jelas, maka monitoring dan evaluasi program pemagangan termasuk bagi pemagang lebih terukur. Kurikulum pemagangan juga dapat membantu sekolah atau universitas dalam membangun karakter pemagang sebelum terjun ke perusahaan.
Ia menambahkan keberhasilan program pemagangan juga tidak bisa lepas dari peran pemagang sendiri. Menurut Rommy, pemagang juga harus berperan aktif selama proses pemagangan.
"Kuncinya adalah sekolah harus aktif komunikasi dengan perusahaan. Sekolah harus mengetahui apa yang akan diajarkan, skill, sikap kerja yang akan dijalani saat proses pemagangan. Pemagang juga harus aktif selama pemagangan," imbuhnya.