TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi V DPRD Riau, Adrias, meminta Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menyisir anak-anak yang belum tertampung di sekolah pada tahun ajaran baru 2026. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak ada anak di Riau yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
Menurut Adrias, pemerintah harus segera mendata anak-anak yang belum mendapatkan sekolah maupun yang terkendala biaya pendidikan. Setelah didata, pemerintah diminta mencarikan solusi agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Ia mengatakan, solusi tersebut dapat dilakukan melalui penempatan di sekolah swasta yang dibiayai pemerintah maupun melalui jalur pendidikan lainnya. Yang terpenting, setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
"Intinya jangan sampai ada anak yang putus sekolah untuk SMA dan SMK yang tamat dari SMP sederajat hanya karena persoalan biaya atau alasan ekonomi. Pemerintah harus hadir memberikan solusi," ujar politisi PKB Riau ini Selasa (28/7/2026).
Adrias menegaskan proses pendataan harus dimulai dari tingkat pemerintahan paling bawah, yakni RT dan RW. Menurutnya, aparatur di lingkungan tersebut lebih mengetahui kondisi masyarakat sehingga dapat melaporkan jika ada anak yang tidak bersekolah.
Ia meminta setiap laporan mengenai anak yang putus sekolah segera diteruskan kepada pemerintah daerah agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat melalui program bantuan pendidikan maupun skema lain yang tersedia.
Selain itu, Adrias juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila memiliki anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Laporan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah maupun kepada anggota DPRD sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD sangat diperlukan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah di Riau mendapatkan hak pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
"Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Kalau ada yang terkendala biaya, segera laporkan kepada pemerintah dan wakil rakyat agar dicarikan jalan keluarnya," ujar Adrias.
(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)