Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, PCNU Bener Meriah Belum Tentukan Arah Dukungan
Mawaddatul Husna July 28, 2026 11:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bener Meriah menyatakan belum menentukan arah dukungan terkait Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

​Perhelatan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

​Hal itu disampaikan oleh Ketua PCNU Bener Meriah, Tgk Baharuddin Usman yang akrab disapa Abu Buntul saat dikonfirmasi TribunGayo.com, Selasa (28/7/2026).

​Abu Buntul menjelaskan, pihaknya belum menentukan sikap lantaran dinamika politik di tingkat pusat saat ini dinilai masih sangat cair.

Oleh karena itu, PCNU Bener Meriah memilih untuk melihat perkembangan situasi terlebih dahulu.

​"Beberapa nama tokoh calon PBNU memang sudah mulai dibicarakan. Namun, untuk arah pilihan PCNU Bener Meriah, kami belum menentukannya," kata Abu Buntul.

​Kendati belum menentukan arah dukungan, Abu Buntul membeberkan beberapa kriteria pemimpin yang dinilai layak menakhodai PBNU untuk lima tahun ke depan.

​Sosok tersebut, menurutnya, harus memiliki rekam jejak organisasi yang baik, berlatar belakang pesantren, bersih, amanah, serta bebas dari tekanan politik.

Mampu Menjadi Penengah

Selain itu, figur pimpinan PBNU mendatang juga harus mampu menjadi penengah agar tidak memicu konflik internal.

​"Saat ini NU membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengayomi seluruh warga, menjaga persatuan organisasi, serta menjadi penengah di internal," tegasnya.

​Selain kemampuan merangkul berbagai kalangan, Abu Buntul menilai kepemimpinan NU ke depan perlu memberikan perhatian lebih pada sektor pendidikan dan kesehatan.

​Ia menekankan bahwa konsep pendidikan yang dikembangkan NU tidak boleh lagi memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum.

Kedua bidang tersebut harus berjalan seiring demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang utuh dan berkualitas.

​Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pesantren merupakan akar sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama yang perlu terus diperkuat bersama madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi di bawah naungan warga Nahdliyin.

​"Pesantren merupakan fondasi NU. Oleh sebab itu, seluruh lembaga pendidikan mulai dari pesantren, madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi harus terus berkembang dan mendapatkan perhatian yang sama," ujarnya.

​Menutup keterangannya, Abu Buntul mengimbau para pemegang hak suara pada Muktamar ke-35 nanti agar menentukan pilihan berdasarkan hati nurani.

​"Kami berharap para pemilik hak suara memilih dengan hati nurani, bukan karena uang atau praktik-praktik yang dapat mencederai marwah muktamar," pungkasnya. (*)

Baca juga: Kelangkaan Semen Tak Kunjung Usai, Warga Bener Meriah Duga Ada Permainan Tanpa Pengawasan

Baca juga: Bener Meriah Targetkan PAD Parkir Rp 150 Juta pada 2026, Pondok Baru Jadi Penyumbang Terbesar

Baca juga: Menjamurnya Juru Parkir di Jalan Pante Raya Bener Meriah Dikeluhkan Pengguna Jalan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.