BANGKAPOS.COM--Tidur merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.
Setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari, umat Islam dianjurkan menutup hari dengan berdoa sebelum tidur dan kembali mengawali hari dengan membaca doa bangun tidur sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, tidur juga disebut sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Ketika seseorang tertidur, tubuh beristirahat dan kesadaran terhenti sementara.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa dan adab yang dapat diamalkan umat Islam sebelum memejamkan mata hingga kembali terbangun.
Membaca doa sebelum tidur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan agar seorang Muslim menyerahkan dirinya kepada Allah SWT.
Sementara itu, doa bangun tidur menjadi ungkapan syukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan pada hari yang baru.
Sebelum tidur, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk berserah diri kepada Allah SWT.
Berikut bacaan doa sebelum tidur:
Arab:
اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Latin:
Allahumma bismika amuutu wa ahyaa.
Artinya:
"Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup."
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis dari Hudzaifah bin Al-Yaman RA dan Abu Dzarr RA. Rasulullah SAW membacanya ketika hendak tidur.
Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan mengikuti sejumlah adab sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah SAW.
Salah satu adab yang dianjurkan adalah berwudu sebelum tidur.
Hal ini sebagaimana anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya untuk berwudu sebagaimana wudu ketika hendak melaksanakan salat.
Kemudian, dianjurkan untuk tidur dalam posisi miring ke kanan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar seorang Muslim mengibaskan tempat tidur sebelum berbaring untuk memastikan tidak ada sesuatu yang membahayakan.
Selain itu, umat Islam dianjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan zikir sebelum tidur.
Salah satu yang dapat diamalkan adalah membaca Ayat Kursi serta surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar umatnya menghindari tidur dalam keadaan perut terlalu kenyang dan menjaga kebersihan sebelum beristirahat.
Dengan berbagai amalan tersebut, waktu tidur tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan mengikuti tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Setelah terbangun, umat Islam dianjurkan segera mengingat Allah SWT dan membaca doa sebagai bentuk rasa syukur karena telah diberikan kesempatan untuk hidup kembali dan menjalani aktivitas pada hari yang baru.
Berikut bacaan doa bangun tidur:
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan."
Doa tersebut bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Makna doa ini sangat dalam. Seorang Muslim mengakui bahwa tidur merupakan nikmat dari Allah SWT dan bahwa kehidupan manusia berada sepenuhnya dalam kehendak-Nya.
Ketika bangun, seorang Muslim kembali mengingat bahwa pada akhirnya seluruh manusia akan kembali kepada Allah SWT.
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang dapat dibaca setelah bangun tidur sebagai bentuk pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ
Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii 'aafaanii fii jasadii, wa radda 'alayya ruuhii, wa adzina lii bidzikrih.
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada tubuhku, mengembalikan ruhku kepadaku, dan mengizinkanku untuk mengingat-Nya."
Doa ini mengandung ungkapan syukur atas kesehatan, kesempatan hidup, dan kemampuan untuk kembali mengingat serta menyebut nama Allah SWT.
Adab Bangun Tidur yang Dianjurkan
Setelah membaca doa, seorang Muslim dapat melanjutkan dengan beberapa amalan yang diajarkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.
1. Mengusap wajah
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika bangun tidur mengusap wajah untuk menghilangkan rasa kantuk.
2. Membaca doa bangun tidur
Membaca doa menjadi amalan pertama yang dapat dilakukan setelah membuka mata. Doa tersebut menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menjalani hari yang baru.
3. Membersihkan mulut
Rasulullah SAW dikenal menganjurkan penggunaan siwak. Membersihkan mulut setelah bangun tidur juga menjadi bagian dari menjaga kebersihan dan kesehatan.
4. Membersihkan hidung
Dalam hadis, Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk membersihkan hidung ketika bangun tidur sebagai bagian dari menjaga kebersihan diri.
5. Berwudu
Setelah bangun, seorang Muslim dapat segera bersuci dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat Subuh apabila waktunya telah tiba.
6. Melaksanakan salat Subuh
Salat Subuh merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Mengawali pagi dengan salat dapat menjadi bentuk penghambaan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
7. Membaca Al-Qur'an dan berzikir
Mengisi pagi dengan membaca Al-Qur'an dan berzikir juga menjadi amalan yang dapat memberikan ketenangan hati serta mengingatkan seorang Muslim untuk menjalani aktivitas dengan penuh kesadaran kepada Allah SWT.
Doa sebelum tidur dan doa bangun tidur merupakan amalan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Meski hanya membutuhkan waktu singkat, keduanya mengandung pesan penting tentang ketergantungan manusia kepada Allah SWT.
Sebelum tidur, seorang Muslim menyerahkan dirinya kepada Allah SWT.
Ketika terbangun, ia kembali mengucapkan syukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan.
Karena itu, membiasakan diri membaca doa sebelum tidur dan bangun tidur dapat menjadi cara sederhana untuk mengawali dan mengakhiri hari dengan mengingat Allah SWT.
Amalan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap hari yang diberikan merupakan nikmat yang patut disyukuri dan diisi dengan kebaikan.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com)