Makanan dan Minuman Ini yang Sebaiknya Dihindari Saat Naik Pesawat
GH News July 29, 2026 12:09 AM
Jakarta -

Traveler disarankan tidak sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman saat naik pesawat. Apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat terbang?

Traveling menggunakan pesawat biasanya membuat tubuh jadi lelah, terlebih jika durasi penerbangannya lama, dan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Sejumlah kasus yang menghantui penumpang dalam penerbangan yang panjang adalah dehidrasi, perut kembung, hingga kulit kering. Karena itu, para ahli menyarankan penumpang lebih memperhatikan asupan makanan dan minuman sebelum maupun selama penerbangan.

Rendahnya kelembapan udara di dalam kabin menjadi penyebab utama tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kondisi itu membuat penumpang lebih rentan mengalami dehidrasi, yang dapat memicu sakit kepala, tubuh lemas, kram otot, pusing, bahkan pada kondisi tertentu menyebabkan kebingungan hingga pingsan.

Banyak penumpang justru melakukan kebiasaan yang memperparah kondisi tersebut. Salah satunya sengaja mengurangi minum agar tidak bolak-balik ke toilet.

Tak sedikit pula yang memilih makanan tinggi garam, berlemak, atau mengonsumsi kopi dan alkohol sebelum terbang. Padahal, makanan dan minuman tersebut dapat memperburuk dehidrasi, menyebabkan perut kembung, sembelit, hingga mengganggu keseimbangan elektrolit.

Melansir , Selasa (28/7/2026) sejumlah ahli menyarankan penumpang mulai memenuhi kebutuhan cairan sejak sebelum keberangkatan, selama penerbangan, hingga setelah mendarat. Direktur Gatorade Sports Science Institute, Lindsay Baker, menyarankan penumpang membawa botol minum sendiri agar lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan selama perjalanan.

"Saat Anda mulai merasa haus, sebenarnya tubuh sudah mengalami dehidrasi," kata Baker.

Menurut Baker, menjaga tubuh tetap terhidrasi sebelum bepergian jauh lebih baik daripada harus mengejar kekurangan cairan saat sudah berada di pesawat.

"Lebih baik merencanakan sejak awal dan memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum memulai perjalanan. Cara ini membantu menghindari kebutuhan minum dalam jumlah besar untuk mengejar hidrasi di kemudian hari," kata dia.

Baker juga mengingatkan bahwa air putih saja belum tentu cukup. "Tubuh membutuhkan elektrolit agar dapat mempertahankan air yang Anda minum," ujar Baker.

Elektrolit bisa diperoleh dari makanan seperti pisang, bayam, dan alpukat, maupun dari minuman atau tablet elektrolit. Selain itu, minuman berkarbonasi seperti soda, air berkarbonasi, dan bir sebaiknya dihindari karena dapat menambah gas di lambung sehingga perut terasa lebih kembung.

Ahli gizi kesehatan perempuan dari Agora Health, Stephanie Smith, juga menyarankan agar konsumsi alkohol dan kafein dibatasi saat terbang.

"Jika ingin minum alkohol, pilih satu gelas Bloody Mary karena jus tomat merupakan sumber elektrolit sekaligus kaya antioksidan," ujar Smith.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan udara yang lebih rendah di dalam kabin membuat gas di saluran pencernaan mengembang. Karena itu, makanan pemicu gas seperti kacang-kacangan, brokoli, kol, bawang, lentil, dan kubis brussel sebaiknya dihindari.

Adapun, Dokter nutrisi klinis sekaligus ahli diet, Marra Burroughs, menyarankan penumpang memilih makanan ringan yang lebih bernutrisi, seperti kacang tanpa garam, greek yogurt, keju, telur rebus, atau buah dan sayuran yang kaya air seperti semangka, anggur, mentimun, dan seledri.

"Bepergian sudah melelahkan. Camilan tinggi karbohidrat sederhana atau gula tanpa nutrisi seimbang dapat membuat energi cepat turun dan memperparah rasa lelah," ujar Burroughs.

Burroughs juga mengingatkan agar tidak naik pesawat dalam kondisi perut kosong karena kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan tubuh lebih mudah lelah, mudah marah, dan pusing selama perjalanan.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.