Kendati kepulan asap mulai terasa mempekat pada waktu-waktu tertentu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menilai situasi saat ini belum berada dalam tingkatan darurat yang mengharuskan penghentian kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap parameter kualitas udara terus dilakukan secara berkala.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas warga di Kota Pontianak.
Kendati kepulan asap mulai terasa mempekat pada waktu-waktu tertentu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menilai situasi saat ini belum berada dalam tingkatan darurat yang mengharuskan penghentian kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap parameter kualitas udara terus dilakukan secara berkala.
Dari data yang dihimpun, penurunan kualitas udara tercatat cukup signifikan pada fase waktu malam hingga dini hari, dengan kategori berada di rentang kurang sehat.
Namun, secara rata-rata harian, indikator tersebut dinilai belum masuk dalam kriteria bahaya yang membutuhkan status tanggap darurat penuh.
Baca Selengkapnya
2). Kualitas Udara Memburuk, Disdikbud Kubu Raya Terbitkan Edaran Khusus untuk PAUD SD dan SMP
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Menurunnya kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubu Raya mengambil langkah cepat.
Melalui surat edaran yang diterbitkan pada 27 Juli 2026, Disdikbud resmi memberlakukan penyesuaian aktivitas belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan.
Kepala Disdikbud Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di tengah meningkatnya kabut asap yang melanda wilayah Kubu Raya.
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan apabila tidak segera diantisipasi.
Baca Selengkapnya
3). Sudah 2 Minggu Antrean BBM Mengular di Ketapang Kios Pengecer Tutup Buat Warga Disergap Panic Buying
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Fenomena antrean panjang kendaraan masih terus menghiasi hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan pusat Kota Ketapang, khususnya di Kecamatan Delta Pawan, Kalimantan Barat, hingga Selasa 28 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan Tribun Pontianak di lapangan, pemandangan penumpukan kendaraan tampak dominan di dua SPBU utama, yakni yang berlokasi di Jalan D.I. Panjaitan dan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.
Di SPBU Jalan D.I. Panjaitan, barisan kendaraan tampak mengular sejak pagi menjelang siang hari.
Sekitar pukul 09.00 WIB, antrean didominasi oleh kendaraan roda empat, termasuk truk-truk ekspedisi dan angkutan barang yang terpaksa parkir memanjang menunggu giliran pengisian bahan bakar.
Sementara itu, kondisi di SPBU Jalan Jenderal Sudirman terlihat dipadati oleh kendaraan roda dua.
Baca Selengkapnya
4). Antrean BBM di Pontianak Jadi Sorotan, Wali Kota Minta Pertamina Evaluasi Distribusi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak terus mengawal dinamika penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya seiring masih ditemukannya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pemantauan intensif terus dilangsungkan bersama PT Pertamina (Persero) guna memetakan akar persoalan teknis maupun logistik yang menghambat normalisasi pasokan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa salah satu faktor teknis yang memengaruhi proses bongkar muat pasokan BBM adalah kondisi pasang surut air sungai yang menjadi jalur utama pergerakan kapal pengangkut.
Berdasarkan laporan dan koordinasi lapangan dengan pihak Pertamina, alur masuk kapal tanker sangat bergantung pada siklus air pasang yang kerap terjadi pada malam hari.
"Ya sudah kita lakukan, jadi Pertamina juga sudah melihat kapal itu. Kalau air pasang kan malam. Air pasang, nah itu malam, maksudnya," kata Edi saat diwawancarai awak media di Pontianak, Selasa (28/7/2026).
Baca Selengkapnya
5). Daftar Harga BBM Pertamina di Kalbar Besok 30 Juli 2026, Pertalite dan Pertamax Mendadak Naik?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Kalimantan Barat besok, Rabu 30 Juli 2026.
Dilansir dari situs pertaminapatraniaga.com, harga BBM di Kalbar besok Rabu 30 Juli 2026 tetap stabil sesuai penyesuaian 1 Juli 2026.
Pertalite Rp10.000/liter, Biosolar Rp6.800/liter, Pertamax Rp16.650/liter, Pertamax Turbo Rp19.750/liter, Dexlite Rp20.150/liter dan Pertamina Dex Rp21.650/liter.
Harga eceran di luar SPBU resmi seperti kios kecil atau penjual botolan biasanya lebih mahal Rp1.000–Rp2.000/liter.
Bahkan harga Pertalite sempat tembus Rp15.000/liter saat antrean massal di Pontianak 27 Juli 2026.
Baca Selengkapnya
6). Penjelasan Diskominfo dan Polres Melawi Soal Tayangan Tak Pantas di Videotron Nanga Pinoh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Videotron di Bundaran Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi yang menayangkan konten pornografi pada Senin 27 Juli 2026 siang WIB diusut Pemerintah Kabupaten Melawi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang E-Government dan Persandian Diskominfo Kabupaten Melawi, Sastra Irawan mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut bersama tim teknis.
"Menanggapi adanya tayangan tidak semestinya pada Videotron Kabupaten Melawi, tim teknis E-Government dan Persandian Diskominfo Kabupaten Melawi telah melakukan penanganan dan investigasi awal," kata Sastra dalam keterangannya, Selasa 28 Juli 2026.
Baca Selengkapnya
(*)