Sachrudin Pastikan Pasokan Air Cisadane Masih Aman, Warga Diimbau Tak Boros Air
Dian Anditya Mutiara July 29, 2026 07:32 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Meski demikian, pasokan air baku dari Sungai Cisadane dipastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan warga.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kekeringan yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Kami sampaikan kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi, mudah-mudahan kemaraunya tidak berkepanjangan," ujar Sachrudin kepada awak media, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Kemarau Picu Kekeringan, Warga Cibarusah Terpaksa Tempuh 2 Kilometer demi Air Bersih

Meski mengimbau penghematan air, Sachrudin meminta masyarakat tidak panik.

Pasalnya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pasokan air baku dari Sungai Cisadane masih mencukupi.

Ia mengakui debit Sungai Cisadane sempat turun sekitar 5 sentimeter dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kondisi tersebut belum mengganggu pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

"Jika dilihat ketinggian Sungai Cisadane saat ini, kebutuhan air masyarakat masih terpenuhi sampai beberapa bulan ke depan. Mudah-mudahan sebentar lagi turun hujan karena kami berharap yang terbaik bagi masyarakat," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat tetap mengendalikan penggunaan air, terutama untuk aktivitas yang tidak mendesak.

"Akan tetapi masyarakat perlu waspada dan antisipasi sehingga mengontrol penggunaan air untuk hal yang kurang perlu," sambungnya.

Pemkot Berkoordinasi dengan BBWS dan PDAM

Sachrudin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang bergerak cepat memastikan kondisi pasokan air di Kota Tangerang.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perumda Tirta Benteng, dan Direktorat Jenderal SDA guna mengantisipasi potensi kekeringan hingga musim hujan yang diperkirakan tiba pada November 2026.

Baca juga: Pramono Anung Soroti Kebiasaan Warga Jakarta yang Bisa Memicu Kebakaran saat Musim Kemarau

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri PU yang telah merespons cepat lewat jajarannya memastikan ketersediaan air di Kota Tangerang melalui Sungai Cisadane itu cukup," ujarnya.

"Semua upaya kami lakukan termasuk berkoordinasi dengan BBWS dan PDAM demi memastikan pemenuhan air untuk masyarakat tidak terganggu," tambah Sachrudin.

Dirjen SDA Pastikan Pasokan Air Masih Aman

Sebelumnya, Direktorat Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum melakukan peninjauan ke Bendungan Pintu Air 10 di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Peninjauan dipimpin langsung Direktur Jenderal SDA Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni, serta Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi.

Dalam peninjauan tersebut, Arnold memastikan distribusi air untuk kebutuhan masyarakat masih berada dalam kondisi aman.

Baca juga: BPBD Pastikan Penyusutan Debit Kali Bekasi Belum Ganggu Pasokan Air Bersih

"Sebenarnya ketersediaan air di Kota Tangerang masih cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari baik untuk air baku, irigasi, pengairan bahkan sampai beberapa bulan ke depan," ujar Arnold.

Ia menjelaskan, kondisi aliran Sungai Cisadane yang tampak menyusut di beberapa titik hingga dasar sungai terlihat bukan disebabkan kekeringan, melainkan bagian dari pengaturan buka-tutup pintu bendungan.

Sistem tersebut dilakukan untuk menjaga volume, debit, dan tinggi muka air agar distribusi ke saluran irigasi maupun instalasi pengolahan air tetap optimal selama musim kemarau.

"Sebenarnya air itu tersedia, memang di sebelah sana nampaknya sungai menyusut sampai banyak bermunculan batu, tapi kalau di sebelah sini kan airnya masih sangat banyak dan aman," katanya.

"Biasanya kegiatan ini diatur oleh rekan-rekan agar air yang dimiliki saat ini masih cukup memenuhi kebutuhan baku. Karena musim kemarau, kami mengatur tata kelola air," tambah Arnold. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.