TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Seekor buaya kembali berhasil ditangkap warga di kawasan Muara Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Selasa (28/7/2026) malam.
Penangkapan buaya tersebut dilakukan warga bersama tim pemerhati satwa yang dipimpin pawang buaya asal Kabupaten Mamuju Tengah, Rusli.
Buaya yang ditangkap kali ini memiliki ukuran sekitar tiga meter dan berhasil diamankan setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi perairan yang selama ini menjadi habitat buaya.
Baca juga: 2 Hektare Lahan Semak Belukar Hangus Terbakar di Mamuju Tengah
Baca juga: Pimpinan DPRD Sulbar Menghadap BKN, Zudan Minta Pejabat Nonjob Tak Sesuai Mekanisme Dikembalikan
Anggota tim pemerhati satwa, Rio, saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Rabu (29/7/2026), membenarkan penangkapan tersebut.
Ia menjelaskan, penangkapan buaya terus dilakukan karena warga, khususnya keluarga korban Ramasa, masih meminta agar pencarian predator di kawasan muara tetap dilanjutkan.
Menurut Rio, buaya sepanjang 4,5 meter yang sebelumnya ditangkap dan dibedah memang ditemukan mengandung sebagian tulang belulang korban di dalam perutnya.
Namun temuan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran warga.
"Buaya 4,5 meter yang kemarin dibedah memang ditemukan sebagian tulang belulang korban. Tetapi keluarga korban dan masyarakat masih meminta agar pencarian tetap dilakukan," kata Rio.
Karena itu, tim bersama warga kembali melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan seekor buaya berukuran sekitar tiga meter pada Selasa malam.
Rencananya, buaya yang baru ditangkap tersebut juga akan dibedah untuk memastikan ada atau tidaknya bagian tubuh manusia di dalam perutnya.
"Saat ini buaya itu sudah diamankan. Rencananya akan kembali dilakukan pembedahan," ujarnya.
Rio mengatakan, kondisi masyarakat di Dusun Tikke Muara hingga kini masih diliputi rasa khawatir untuk beraktivitas di sekitar muara maupun perairan setempat.
Padahal sebagian besar warga menggantungkan hidup sebagai nelayan dan setiap hari harus melaut maupun mencari hasil laut di kawasan tersebut.
"Masyarakat masih sangat takut. Sementara mata pencaharian warga di sini hampir 100 persen nelayan, sehingga mereka tetap harus beraktivitas di laut dan muara," jelasnya.
Karena itu, warga berharap upaya penanganan dan pengawasan terhadap keberadaan buaya di kawasan muara terus dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Rio juga berharap kondisi yang dialami warga Tikke Muara mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.
"Kami berharap ini bisa sampai ke Bupati Pasangkayu agar ada perhatian dan langkah penanganan lebih lanjut. Yang paling penting sekarang bagaimana masyarakat bisa merasa aman saat beraktivitas mencari nafkah," pungkasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan