Bacaan Injil Katolik Kamis 30 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan July 29, 2026 12:43 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Kamis 30 Juli 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk pekan biasa XVII tahun A. 

Bacaan hari Kamis: Yer 18:1-6; Mzm 146:2abc.2d-4.5-6; Mat 13:47-53 dan BcO Ayb 38:1-30; 40:1-5.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Kamis 30 Juli 2026, Pekan Biasa XVII Tahun A 

Bacaan Pertama: Yer 18:1-6

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu."

Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:

Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Mazmur Tanggapan: ; Mzm 146:2abc.2d-4.5-6

Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.

Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:

Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia
U: Alleluai

Bacaan Injil Katolik: Mat 13:47-53.

P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

P: Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

Yesus kembali menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan Kerajaan Surga. Kali ini tentang jala yang ditebarkan ke laut dan mengumpulkan berbagai jenis ikan. Setelah penuh, jala itu ditarik ke pantai, lalu ikan-ikan yang baik dikumpulkan ke dalam wadah, sedangkan yang tidak baik dibuang. Perumpamaan ini memberikan gambaran tentang penghakiman terakhir, di mana akan ada pemisahan antara yang benar dan yang jahat. 

Namun, perumpamaan ini juga memiliki relevansi bagi kehidupan kita sehari-hari. Kita sering kali dihadapkan pada berbagai macam informasi, pengaruh, dan pilihan. Seperti jala yang menangkap segala jenis ikan, hidup ini membawa banyak hal ke dalam "jaring" kita. Kita perlu belajar untuk menjadi bijak dalam memilah dan memilih apa yang baik dan berguna bagi pertumbuhan rohani kita, dan membuang apa yang dapat merusak atau menjauhkan kita dari Tuhan. 

Yesus mengakhiri perumpamaan ini dengan bertanya kepada para murid apakah mereka mengerti semuanya. Mereka menjawab, "Ya." Kemudian, Ia berkata, "Karena itu, setiap ahli Taurat yang telah diajarkan tentang Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." Ini menunjukkan bahwa pemahaman akan kebenaran Kerajaan Allah seharusnya membekali kita dengan kebijaksanaan untuk menjalani hidup dan membagikan hikmat itu kepada orang lain. 

Doa: Ya Tuhan, berilah kami kebijaksanaan untuk memilah yang baik dari yang tidak berguna dalam hidup kami. Mampukan kami untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pemahaman akan kerajaan-Mu, dan menjadi berkat bagi sesama. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.