Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Aksi ratusan warga Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, yang patungan dan bergotong royong memperbaiki jalan provinsi menjadi sorotan publik Bengkulu dalam beberapa hari terakhir.
Ratusan warga dari berbagai desa bergotong royong teresbut memperbaiki jalan yang menghubungkan Desa Tangsi Duren hingga Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.
Sebagian warga membawa parang untuk membersihkan semak yang mulai menutupi bahu jalan, sementara yang lain bergotong royong mengangkut batu koral, menyiram aspal cair, hingga menambal lubang-lubang di badan jalan menggunakan aspal hotmix.
Aktivitas tersebut dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Sekitar 100 warga dari berbagai desa di Kecamatan Kabawetan terlibat dalam aksi gotong royong tersebut.
Mereka berupaya memperbaiki ruas jalan provinsi sepanjang sekitar enam kilometer yang sudah hampir lima tahun belum pernah direhabilitasi.
Di sepanjang ruas jalan itu terdapat ratusan lubang yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kendaraan pengangkut hasil pertanian, pelajar yang berangkat ke sekolah, hingga wisatawan yang menuju sejumlah destinasi di Kecamatan Kabawetan.
Ketua Forum Kades: Sudah Berulang Kali Diusulkan
Kepala Desa Bukit Sari sekaligus Ketua Forum Kades Kecamatan Kabawetan, Sutrimo (50), mengatakan aksi swadaya masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kondisi jalan yang sudah lama mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Sutrimo mengungkapkan, jalan tersebut sudah sekitar lima tahun belum mendapat perbaikan maupun pembersihan semak di sekitar jalan.
"Sudah sekitar lima tahun kebelakang jalan ini tidak ada direhab dan dipelebaran atau tebas bayang," ucap Sutrimo pada Senin (27/7/2026).
Ia menerangkan bahwa pihaknya telah berupaya mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah dan pihak terkait.
"Kita juga pemerintah desa bersama masyarakat sudah berulang kali mengusulkan tambal sulam dan koordinasi langsung dengan pemerintah, namun informasi yang kami dapat belum ada ditahun ini," terang Sutrimo.
Di sisi lain, ia bersama para kades mengapresiasi kegiatan masyarakat desa di Kecamatan Kabawetan yang telah memperbaiki jalan.
"Kami tentunya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan masyarakat di Kecamatan Kabawetan," kata Sutrimo.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan yang baik sangat penting karena Kabawetan merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Kepahiang.
Selain menjadi akses utama bagi masyarakat dan pelajar, ruas jalan tersebut juga dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian serta wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Kecamatan Kabawetan.
"Kabawetan itu daerah wisata yang tentunya sangat diperlukan infrastruktur yang baik dan nyaman bagi pengunjung sehingga wisata ini bisa lebih maju dan berkembang, yang pada akhirnya dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah," jelas Sutrimo.
Sutrimo berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut agar masyarakat tidak lagi harus menghadapi risiko kecelakaan akibat banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan.
"Kalau jalan ini dibiarkan rusak, jangankan pengunjung, masyarakat atau pengguna jalan di daerah ini saja sudah terasa susah. Bahkan sudah sering terjadi kecelakaan yang memakan banyak korban," pungkas Sutrimo.
Bupati: Jalan Merupakan Kewenangan Provinsi
Sementara itu, Bupati Kepahiang Zurdi Nata menanggapi aksi warga desa se-Kecamatan Kabawetan yang melakukan patungan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.
Nata menerangkan bahwa jalan yang diperbaiki masyarakat tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu.
"Jalan itu milik provinsi, jadi wewenang Pemprov Bengkulu dalam menindaklanjuti itu," ucap Nata pada Selasa (28/7/2026).
Kendati demikian, ia mengapresiasi inisiatif masyarakat dan seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam memperbaiki jalan tersebut.
"Iya kita mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat kita yang secara sukarela memperbaiki jalan tersebut. Ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang sesuai dengan budaya asli kita," kata Nata.
Pengendara Dukung Perbaikan Jalan
Sementara itu, pengendara bernama Yanto mengaku mendukung aksi masyarakat yang bergotong royong memperbaiki jalan tersebut.
Yanto yang juga merupakan salah satu pengendara yang kerap melintas membawa hasil pertanian mengungkapkan ikut mendukung kegiatan perbaikan jalan tersebut.
"Iya kita ikut suport melalui sumbangan sukarela dalam perbaikan jalan ini," ucap Yanto pada Senin (28/7/2026).
Sebagai salah satu pengguna jalan yang merasakan dampak dari perbaikan tersebut, Yanto mengaku bersyukur.
"Iya bagus kalau jalannya seperti ini untuk kami yang sering melintas dan membawa mobil muatan sayur ini, karena sebelumnya berlubang," kata Yanto.
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat lebih memperhatikan kondisi jalan rusak di Kecamatan Kabawetan.
"Harapan kita tolong pemerintah atau pihak terlibat untuk lebih memperhatikan jalan ini," harap Yanto.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini