TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Semangat gotong royong ditunjukkan jajaran pegawai PUPRPKP Kabupaten Takalar dengan membangun musala dan toilet semi permanen di kawasan wisata Sunset Paria Lau', Selasa (28/7/2026).
Lokasinya di Dusun Paria Lau' Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan.
Jaraknya sekitar 7,3 kilometer dari Pusat Ibukota Takalar di Kecamatan Pattallassang.
Pembangunan fasilitas ibadah terwujud dari partisipasi seluruh pegawai, mulai kepala dinas hingga jajaran staf.
Musala dan toilet dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar pengunjung kawasan wisata.
Fasilitas itu menjadi fasilitas umum pertama yang berdiri di kawasan Sunset Paria Lau'.
Konsep bangunan mengusung desain sederhana yang menyatu dengan lingkungan pesisir.
Dinding musala dibuat dari anyaman bambu yang dalam bahasa Makassar dikenal sebagai rinring gamacca.
Material tersebut dipilih karena ramah lingkungan dan memiliki nilai kearifan lokal.
Musala dibangun berukuran 2x2 meter.
Sementara toilet semi permanen berukuran 1x1 meter.
Seluruh proses pembangunan diselesaikan hanya dalam waktu sekitar empat hingga lima hari.
Kepala Dinas PUPRPKP Takalar, Budiar Rosal Saleh, mengatakan gagasan itu lahir dari kepedulian seluruh pegawai terhadap kebutuhan fasilitas umum di kawasan wisata.
"Kami menghadirkan bangunan yang unik dan ramah lingkungan. Walaupun lahannya terbatas, kami tetap bisa membangun musala yang nyaman digunakan masyarakat dan wisatawan," kata Budiar Rosal Saleh saat ditemui Tribun-Timur.com di ruang kerjanya, Jalan Diponegoro, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, pembangunan dimulai pada Kamis (23/7/2026).
Kurang dari sepekan, musala dan WC berhasil diselesaikan.
Fasilitas tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Ahmad Rihul kepada Kaharuddin Daeng Kulle selaku pemilik lahan.
Penyerahan juga disertai bantuan perlengkapan ibadah berupa sajadah dan mukena.
Pemilik lahan, Kaharuddin Daeng Kulle mengaku kehadiran fasilitas itu menjawab kebutuhan pengunjung yang selama ini belum tersedia.
"Pengunjung sekarang tidak perlu lagi keluar kawasan hanya untuk mencari tempat salat atau toilet. Ini membuat mereka bisa menikmati wisata lebih nyaman dan memberi nilai tambah bagi Paria Lau'," ujar Kaharuddin.
Ia berharap seluruh pengunjung ikut menjaga kebersihan dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. (*)