BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mencatat sedikitnya delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Juli 2026.
Meningkatnya kejadian tersebut seiring Kota Pangkalpinang mulai memasuki musim kemarau yang ditandai dengan cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, mengatakan selain berpotensi menyebabkan kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah.
"Selama kurang lebih satu bulan terakhir di Juli ini, kami sudah menangani sekitar delapan lokasi kebakaran lahan di Kota Pangkalpinang. Kondisi ini mulai terlihat sejak Pangkalpinang memasuki musim kemarau," kata Dedi kepada Bangkapos.com, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, penanganan kebakaran tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi juga melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pangkalpinang.
Kolaborasi tersebut dilakukan mengingat keterbatasan personel maupun sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing instansi.
BPBD dan Damkar, kata dia, terus memperkuat sinergi agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat, terutama ketika kebakaran terjadi di beberapa lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan.
"Kami berkolaborasi dengan Damkar karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada saat ini. Sinergi ini sangat penting, sebab dalam satu hari terkadang bisa terjadi dua hingga tiga titik kebakaran secara bersamaan sehingga cukup menyulitkan apabila ditangani sendiri," ujarnya.
Dedi menambahkan, apabila diperlukan, BPBD juga melibatkan tim dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu proses penanganan kebakaran.
Adapun sejumlah wilayah yang belakangan cukup sering mengalami kebakaran lahan berada di Kecamatan Bukit Intan, terutama kawasan Taman Bunga dan Pasir Padi.
Selain itu, kebakaran juga sempat terjadi di wilayah Gerunggang dan Kelurahan Tuatunu.
Ia menjelaskan, kebakaran umumnya terjadi pada lahan-lahan kosong yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan kering sehingga mudah terbakar saat musim kemarau.
"Lahan kosong yang ditumbuhi pepohonan dan semak-semak kering sangat rentan terbakar ketika cuaca panas seperti sekarang. Lokasi-lokasi itulah yang sejauh ini paling sering kami tangani," katanya.
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi vegetasi kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas dan dapat segera ditangani petugas.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)