- Hampir sepekan pascageger penemuan jenazah Sutrimo, penyebab kematian pria tersebut kini masih menjadi misteri besar.
Kasus ini bermula saat korban dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7/2026).
Rekaman CCTV rumah sakit memperlihatkan ambulans luar membawa Sutrimo dalam kondisi tubuh dibungkus selimut biru.
Menariknya, terdapat empat orang pengantar misterius yang menyerahkan jasad Sutrimo kepada tim medis UGD.
Salah satu pengantar bernama Febrio Adiono bertindak selaku penanggung jawab, namun memberikan keterangan yang sangat terbatas.
Pihak rumah sakit pada Senin (27/7/2026), menegaskan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat pertama tiba.
Tim medis juga menyatakan tidak melakukan autopsi maupun tindakan medis lantaran hasil tes EKG dinyatakan datar.
Terkait narasi mulut Sutrimo berbusa yang viral di WhatsApp, dokter mengaku tidak melihatnya karena wajah korban tertutup selimut.
Guna mengusut kasus ini, penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Jaksel telah menyita rekaman CCTV serta olah TKP di klinik Kebayoran Baru.
Polisi turut mengamankan bantal, sepeda motor, hingga karpet toko, namun hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada kandungan racun.
Sementara itu, jenazah Sutrimo telah tiba di kampung halamannya di Banyumas dan dimakamkan pada Jumat (24/7/2026), dini hari.
Pada Selasa (28/7/2026), pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan enggan membuat laporan resmi ke kepolisian.