TRIBUNSTYLE.COM - Minola Sebayang memberikan tanggapan atas pernyataan yang sebelumnya disampaikan kubu Sarwendah.
Dalam konferensi pers terbaru, Minola menyoroti pernyataan kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, yang menyebut konflik tersebut telah memengaruhi kondisi psikologis anak-anak.
Menurut pihak Sarwendah, anak-anak kini melihat sang ibu sebagai sosok yang terpojok hingga harus menangis akibat berbagai pernyataan Ruben.
Namun, Minola membantah anggapan bahwa kliennya sengaja menyudutkan Sarwendah.
Ia menegaskan bahwa setiap pernyataan yang disampaikan Ruben kepada publik bertujuan untuk mengungkap fakta yang selama ini belum diketahui masyarakat.
Baca juga: Ruben Onsu Semprot Co-Parenting Sarwendah, Soroti Tak Bisa Ketemu Anak, Nafkah Tak Didiskusikan
Menurut Minola, keputusan Ruben untuk membawa persoalan rumah tangganya ke ranah publik bukanlah langkah yang diambil secara tiba-tiba.
Ia menyebut Ruben telah melalui pertimbangan panjang sebelum akhirnya memilih untuk buka suara.
"'Lama saya berpikir, berulang-ulang saya lihat. Lama-lama kok ini harus saya suarakan isi hati saya'," ucap Minola menirukan Ruben, dikutip Tribunnews Rabu (29/7/2026).
Minola kemudian mempertanyakan alasan munculnya anggapan bahwa Sarwendah menjadi pihak yang paling dirugikan dalam konflik tersebut.
Ia menilai, selama ini Ruben hanya menyampaikan fakta, namun justru hal itu dianggap membuat Sarwendah terluka di hadapan anak-anak.
"Kenapa ketika momentum mereka merasa ibunya dipojokkan, padahal yang dilakukan Ruben hanya mengungkap fakta, tapi itu bisa membuat ibunya menangis dan anak-anak jadi tidak bisa sayang lagi sama orang yang memojokkan," tambahnya.
Tak hanya membahas kondisi Sarwendah, Minola juga mengungkit kejadian sebelumnya ketika Ruben disebut mendapat perlakuan yang merendahkan dalam sebuah siaran langsung di media sosial.
Ia menyinggung adanya ucapan yang dinilai sebagai hinaan terhadap Ruben saat sesi live TikTok berlangsung.
"Lalu bagaimana dengan peristiwa sebelum itu ketika ayahnya yang tertawakan dalam live TiTok, dikatain 'cong', dibilang pengecut, " katanya.
Minola pun mempertanyakan apakah kondisi psikologis anak-anak juga menjadi perhatian ketika Ruben berada dalam posisi yang dianggap direndahkan.
"Ketika momentum itu terjadi, saat ayahnya dilecehkan apakah anak-anak tidak merasa sedih?" ucap Minola tegas.
Lebih lanjut, Minola menduga anak-anak mungkin hanya mendapatkan informasi dari satu sudut pandang.
Ia menyebut kemungkinan adanya informasi yang tidak seimbang sehingga membuat anak-anak melihat Sarwendah sebagai pihak yang lebih terluka dalam konflik tersebut.
Menurutnya, hal itu bisa menjadi salah satu alasan mengapa hubungan Ruben dengan kedua putrinya kini terasa berbeda dibandingkan sebelumnya.
"Kecuali satu hal, anak-anak tidak mengetahui hal itu. Atau hanya diberi informasi sepihak yang tidak seimbang. Informasi ibunya teraniaya, ya wajar lah kalau anak-anak merasa tidak dekat dengan ayahnya," ungkap Minola memaparkan.
Dalam kesempatan yang sama, Minola sekaligus membongkar awal mula konflik Ruben dan Sarwendah memanas.
Minola menceritakan konflik ini berawal dari tiket Blackpink. Pada Oktober 2025, Sarwendah meminta tambahan satu tiket konser Blackpink agar bisa duduk di baris yang sama.
Karena tiket sudah dipesan sebelumnya, Ruben tidak bisa memenuhi permintaan tambahan di baris yang sama.
Saat itu posisi keduanya sudah berstatus bukan lagi suami istri. Ruben Onsu dan Sarwendah sah cerai sejak 24 September 2024.
Meski sudah tak sebagai suami istri, hubungan keduanya masih harmonis, komunikasi terkait pengasuhan anak masih lancar.
Sampai akhirnya usai insiden tiket Blackpink ini, Sarwendah diduga kecewa karena permintaannya tidak dipenuhi, komunikasi pun memanas.
Tak lama setelah perdebatan tiket tersebut, muncul sebuah pertanyaan dari Sarwendah yang mengagetkan Ruben.
"Begitu Ruben mengirim bukti tiket, muncul kata-kata: 'Maaf, ini rumah mau dilelang?' tanda tanya. Jadi sejak Oktober 2025, kata lelang itu sudah digunakan untuk menekan Ruben dan menjatuhkan mentalnya," ungkap Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Selasa (28/7/2026).
Keduanya juga kerap bersitegang karena Miskom. Miskomunikasi adalah kondisi saat pesan dari pengirim tidak dipahami dengan benar oleh penerima.
Seperti saat Ruben secara tidak sengaja "kepencet" tanda seru (!) saat membalas pesan. Hal yang dianggap sepele oleh orang awam ini justru menjadi bahan keributan besar.
"Miskomunikasi itu misalnya Ruben typo, ada tanda seru. Itu jadi pembahasan, 'Kenapa ada tanda seru?'. Akhirnya terjadi keributan, Ruben minta maaf berkali-kali karena kepencet," jelas Minola.
Namun, yang membuat pihak Ruben miris adalah setelah permintaan maaf tersebut, Sarwendah tidak lantas mereda.
Sebaliknya, ia justru mengirimkan daftar rincian tagihan bulanan yang fantastis, mulai dari biaya pokok anak Rp75 juta hingga tagihan sarang burung walet.
(Tribunnews.com/Ayu)