TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Inilah sosok Bu Lurah yang viral menertawakan warganya karena mengadu ke Wali Kota soal fasilitas wilayah.
Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan bernama Syerly mendadak jadi sorotan setelah melontarkan celetukan saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Peristiwa itu terjadi saat Rico Waas meninjau kawasan Jalan Paya Pasir, sekitar kawasan wisata Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (28/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, seorang warga menyampaikan persoalan keamanan dan minimnya fasilitas umum di lingkungan tempat tinggalnya.
Warga itu mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas serta minimnya lampu penerangan jalan umum atau PJU yang membuat kawasan tersebut gelap pada malam hari.
Ia bahkan mengaku memasang empat titik lampu penerangan dengan menggunakan uang pribadi karena fasilitas penerangan di wilayah tersebut dinilai belum memadai.
Namun, saat warga menyampaikan keluhan tersebut kepada Wali Kota Medan, Syerly yang turut mendampingi kunjungan melontarkan celetukan.
"Ciyee curhat dia bahh," ucap Syerly.
Ucapan tersebut terekam kamera dan kemudian tersebar di media sosial.
Respons Syerly menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap warga yang sedang menyampaikan persoalan keamanan di lingkungannya.
Baca juga: Pembangunan Jalan Baru Batutulis Bogor Terus Dilakukan, Jenal Mutaqin Minta Camat Sampai Lurah Awasi
Syerly memiliki gelar Sarjana Pendidikan dan Magister Administrasi Publik.
Sebelum menjabat sebagai Lurah Paya Pasir, ia disebut pernah menjabat sebagai Lurah Terjun.
Sebagai Lurah Paya Pasir, Syerly membawahi sembilan kepala lingkungan.
Kelurahan Paya Pasir sendiri terdiri atas sembilan lingkungan yang berada di wilayah Kecamatan Medan Marelan.
Sorotan terhadap Syerly bukan pertama kali terjadi.
Pada Desember 2025, sejumlah warga Kelurahan Paya Pasir pernah menggelar aksi di Kantor Camat Medan Marelan, Jalan Kapten Rahmad Buddin.
Aksi yang berlangsung pada Selasa (9/12/2025) tersebut diikuti puluhan warga, termasuk sejumlah ibu rumah tangga.
Mereka meminta Wali Kota Medan mengganti Syerly dari jabatannya sebagai Lurah Paya Pasir.
Saat itu, warga menilai Syerly kurang peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir.
Warga juga menuding lurah tidak hadir saat banjir melanda sejumlah kawasan di Paya Pasir.
Selain itu, terdapat tudingan bahwa Syerly sempat mengancam tidak akan lagi memberikan bantuan kepada warga di salah satu lingkungan.
"Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah enggak hadir, bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah ia marah sembari mengancam tak akan ada lagi berikan bantuan ke warga lingkungan kami. Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja," kata Syahdan, warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir saat melakukan aksi.
Belum ada tanggapan Syerly terkait tudingan warga tersebut. Upaya konfirmasi juga masih dilakukan.
Sumber: Kompas.com https://medan.kompas.com/read/2026/07/29/130018878/sosok-lurah-paya-pasir-yang-nyeletuk-ciyee-curhat-dia-bah-saat-warga-mengadu?page=all#page2