Kronologi Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel, Henti Jantung gegara Alkohol-Narkoba
GH News July 29, 2026 04:12 PM
Jakarta -

Seorang pangeran Arab Saudi yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di London tahun lalu dilaporkan memiliki jejak alkohol, narkoba rekreasional gamma-hydroxybutyrate (GHB), ganja, serta Xanax dalam tubuhnya.

Laporan toksikologi yang dipaparkan dalam persidangan menunjukkan kadar alkohol dalam darah Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al Saud hampir tiga kali lipat dari batas legal berkendara di bawah pengaruh alkohol. Hal tersebut dilaporkan oleh The Telegraph UK.

Dalam pemeriksaan di Inner West London Coroner's Court, terungkap bahwa Pangeran Abdullah mengalami henti jantung setelah mengonsumsi alkohol dan obat-obatan dalam jumlah tinggi. Jenazahnya ditemukan di kamar mandi kamar hotelnya yang bertarif 600 euro atau sekitar Rp 12,3 juta per malam di Marriott Hotel, Kensington, London Barat, pada 25 November 2025.

Berjuang Melawan Kecanduan

Dalam pemeriksaan tersebut, terungkap bahwa sang pangeran sebelumnya berjuang melawan penggunaan alkohol dan Xanax. Tiga bulan sebelum meninggal, pria berusia 29 tahun itu menjalani perawatan di Priory Clinic di Roehampton, London. Biaya perawatan di klinik tersebut dapat mencapai 35.000 euro per minggu.

Di klinik tersebut, Pangeran Abdullah menjalani detoksifikasi dari alkohol, benzodiazepin, dan obat anticemas pregabalin.

Setelah keluar dari Priory, sang pangeran kembali menjalani perawatan di klinik swasta Rainford Hall di Merseyside dengan biaya sekitar 7.000 euro atau sekitar Rp 144 juta per minggu. Ia juga dilaporkan didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas. Pangeran Abdullah keluar dari fasilitas tersebut pada 14 Oktober 2025.

Pangeran Abdullah kemudian check-in di hotel di London pada 19 November untuk menginap selama satu pekan. Ia terakhir kali terlihat melalui kamera CCTV pada malam sebelum kematiannya ketika keluar hotel untuk merokok.

Penyebab Kematian

Seorang petugas kebersihan kemudian menemukan sang pangeran tergeletak di lantai kamar mandi di kamar hotelnya yang terkunci di lantai lima. Saat ditemukan, ia masih mengenakan pakaian lengkap. Petugas medis segera datang ke lokasi, tetapi tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Dalam pemeriksaan, terungkap hasil analisis toksikologi menunjukkan kadar etanol dalam darah Pangeran Abdullah mencapai 222 miligram alkohol per 100 mililiter darah. Sementara itu, batas legal berkendara di Inggris adalah 80 miligram.

Selain itu, ditemukan kadar GHB yang berpotensi mematikan dalam tubuhnya. Analisis juga menemukan jejak ganja, obat anticemas alprazolam yang dikenal dengan merek Xanax, serta sejumlah obat anticemas lainnya.

Hasil pemeriksaan postmortem menunjukkan Pangeran Abdullah mengalami henti jantung akibat kombinasi alkohol dan obat-obatan tersebut.

Pangeran Abdullah tidak dinilai memiliki risiko bunuh diri. Penyelidikan kepolisian juga tidak menemukan bukti keterlibatan pihak ketiga. Rekaman CCTV menunjukkan sang pangeran seorang diri pada malam sebelum kematiannya.

Saksikan Live DetikSore:

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.