Dosen FTIK UIN Saizu Pimpin Dewan Pengarah Kongres Kebudayaan Nusantara 2026
abduh imanulhaq July 29, 2026 04:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Dimas Indianto Sastronagoro, dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengarah Kongres Kebudayaan Nusantara 2026.

Kongres Kebudayaan Nusantara merupakan forum nasional yang akan mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan kebudayaan Indonesia. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, pada 8 Agustus 2026.

Forum ini menjadi wadah dialog lintas komunitas budaya, akademisi, tokoh adat, hingga pemerintah dalam menggali kembali nilai-nilai peradaban Nusantara sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Kepercayaan kepada Dr. Dimas Indianto Sastronagoro sebagai Ketua Dewan Pengarah diberikan secara resmi oleh Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Nusantara, Dr. Hadi Prajoko, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK).

Penunjukan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kiprah Dr. Dimas dalam pengembangan kajian kebudayaan, pelestarian tradisi Nusantara, serta kontribusinya menjembatani dunia akademik dengan berbagai komunitas budaya di Indonesia.

Sebagai akademisi UIN Saizu, Dr. Dimas selama ini aktif mengembangkan kajian kebudayaan berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pelestarian nilai-nilai budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Kongres Kebudayaan Nusantara diselenggarakan oleh Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai forum dialog terbuka yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat.

Peserta kongres berasal dari kalangan budayawan, penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kepala suku, pemangku adat, akademisi, peneliti, seniman, pelestari budaya, aktivis, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Forum tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk merumuskan arah pembangunan kebudayaan nasional di tengah tantangan globalisasi sekaligus memperkuat identitas bangsa melalui pelestarian nilai-nilai luhur Nusantara.

Mengusung tema "Menemukan Kembali Jejak-Jejak Peradaban Nusantara", kongres akan mengeksplorasi kembali warisan budaya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pembahasan difokuskan pada lima kawasan yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap sejarah dan perkembangan peradaban Nusantara, yaitu Provinsi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Khusus Jakarta.

Melalui kajian tersebut, penyelenggara berharap lahir rumusan strategis mengenai pembangunan kebudayaan nasional yang berakar pada sejarah, nilai-nilai lokal, dan identitas kebangsaan.

Panitia memperkirakan sekitar 1.000 peserta akan mengikuti Kongres Kebudayaan Nusantara. Mereka terdiri atas tokoh adat, kepala suku, akademisi, peneliti, budayawan, seniman, pelestari tradisi, komunitas penghayat kepercayaan, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Orasi Kebudayaan yang direncanakan disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Agenda selanjutnya berupa sarasehan yang menghadirkan narasumber dari unsur akademisi, sejarawan, tokoh adat, dan komunitas penghayat kepercayaan.

Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi dokumen rekomendasi sebagai produk resmi Kongres Kebudayaan Nusantara yang diharapkan menjadi masukan bagi arah pembangunan kebudayaan Indonesia.

Menanggapi amanah tersebut, Dr. Dimas Indianto Sastronagoro mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, Kongres Kebudayaan Nusantara merupakan momentum penting untuk mempertemukan berbagai perspektif budaya dalam ruang dialog yang inklusif dan setara.

"Kebudayaan adalah rumah besar bangsa Indonesia. Melalui kongres ini kita tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga merumuskan arah masa depan kebudayaan yang berakar pada kearifan lokal, terbuka terhadap perkembangan zaman, dan tetap menjunjung nilai kemanusiaan," ujarnya.

Dia berharap kongres mampu menghasilkan gagasan strategis yang dapat memperkuat posisi kebudayaan sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus memperkokoh identitas Indonesia di tengah perubahan global.

Penunjukan Dr. Dimas Indianto Sastronagoro sebagai Ketua Dewan Pengarah Kongres Kebudayaan Nusantara semakin mempertegas kontribusi UIN Saizu Purwokerto dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kebudayaan, kearifan lokal, dan nilai-nilai kebangsaan.

Keterlibatan dosen UIN Saizu dalam forum kebudayaan berskala nasional menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi motor penggerak pelestarian budaya, penguatan identitas bangsa, serta pengembangan peradaban Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi aktif sivitas akademika dalam berbagai forum nasional, UIN Saizu terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang berkomitmen mengintegrasikan keilmuan, kebudayaan, dan nilai-nilai keislaman dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa. (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.