DPRD DKI Jakarta Dorong Penambahan Koleksi Satwa di Ragunan
Satrio Sarwo Trengginas July 29, 2026 05:54 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi menyoroti kondisi koleksi satwa di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Nabilah mengaku sedih setelah mendengar cerita dari seorang rekannya yang baru saja berkunjung ke salah satu destinasi wisata andalan warga Jakarta tersebut.

Menurut Nabilah, rekannya mengaku merasa Ragunan saat ini terlihat sepi karena jumlah hewan yang dapat dilihat pengunjung dinilai masih sedikit.

"Saya sedih. Kemarin saya bertemu dengan teman saya. Dia bilang baru dari Jakarta dan jalan-jalan ke Ragunan. Saya tanya kenapa tidak bilang, karena saya bisa menemani," kata Nabilah dalam rapat bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Nabilah kemudian mengaku langsung merasa tertohok ketika rekannya menyampaikan pengalaman selama berada di Ragunan.

Sebab, rekannya menyebut kawasan tersebut terasa sepi karena jumlah satwa yang dilihatnya tidak banyak. 

Kondisi itu pun membuat Nabilah mempertanyakan pengelolaan koleksi satwa di Ragunan.

"Dia bilang, 'Saya ke Ragunan, sepi banget, hewannya sedikit.' Jujur saya langsung tertohok. Padahal saya sudah bangga dengan Ragunan, dengan keindahan dan kerapian yang ada sekarang," ujarnya.

Nabilah menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terlebih, Ragunan merupakan salah satu pilihan wisata murah yang banyak diminati masyarakat.

Menurut dia, meningkatnya jumlah pengunjung setiap tahun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kawasan, termasuk koleksi satwa yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

"Ragunan ini tempat rekreasi yang paling murah meriah di DKI Jakarta. Saya berharap sarana dan prasarananya benar-benar ditunjang dan kawasan Ragunan bisa dioptimalkan semaksimal mungkin," tutur Nabilah.

Selain menyoroti jumlah satwa, Nabilah juga meminta perhatian terhadap kondisi hewan yang berada di dalam kawasan tersebut. 

Ia menyebut adanya cerita bahwa dalam satu kandang hanya terdapat satu atau dua hewan, bahkan kondisi beberapa satwa dinilai kurus.

"Jumlah hewannya sedikit, satu kandang hanya satu atau dua, dan ada yang terlihat kurus. Menurut saya ini miris sekali. Saya berharap ada penambahan hewan dan juga perhatian terhadap makanan hewan," ungkapnya.

Nabilah berharap peningkatan pengelolaan Ragunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik kawasan, tetapi juga memastikan satwa yang menjadi daya tarik utama mendapatkan perawatan dan kebutuhan yang layak.

Ia juga meminta fasilitas pendukung di kawasan Ragunan terus dibenahi seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang berkunjung.

"Harus ada tambahan fasilitas pendukung lainnya terkait pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan. Kenyamanan pengunjung dan pengelolaan kawasan juga harus menjadi perhatian," kata Nabilah.

Tak hanya soal satwa, Nabilah turut menyoroti persoalan sampah yang dihasilkan di kawasan Ragunan, khususnya sampah hijau.

Ia mendorong agar pengelolaan sampah di Ragunan dapat dilakukan secara mandiri dengan dukungan teknologi yang memadai, sehingga tidak seluruh sampah harus dikirim keluar kawasan.

"Saya rasa perlu ada pengolahan sampah khusus untuk Ragunan yang benar-benar didukung alat yang bisa menunjang kenyamanan masyarakat yang datang. Misalnya pencacah sampah hijau," ujarnya.

Nabilah juga mendorong adanya alternatif teknologi pengolahan sampah yang lebih beragam dan ramah lingkungan. 

Dengan begitu, proses pengolahan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan efisien sekaligus mengurangi beban pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir.

"Jadi sampah di Ragunan selesai di Ragunan, tidak perlu keluar dari Ragunan," pungkas Nabilah.

Berita terkait

  • Baca juga: Kenneth DPRD DKI Kritik Sistem Pembayaran Tiket Ragunan: Tak Fleksibel dan Kaku
  • Baca juga: Kado HUT ke-499 Jakarta: Transportasi Umum, Ancol, Ragunan hingga Museum Gratis 27-28 Juni 2026
  • Baca juga: Setelah Insiden Anak Jatuh ke Kandang Gajah, Kenneth DPRD DKI Minta Evaluasi Total Keamanan Ragunan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.