TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan paling berbahaya karena bisa memicu komplikasi serius, seperti penyakit jantung.
Selain rutin meminum obat dari dokter dan menjaga pola makan, penderita hipertensi sebenarnya bisa memanfaatkan beberapa jenis minuman alami untuk membantu menjaga stabilitas tekanan darah.
Minuman herbal dan jus buah segar mengandung nutrisi penting yang bekerja mengendurkan pembuluh darah.
Berikut adalah deretan minuman penurun darah tinggi yang terbukti secara medis, lengkap dengan jenis minuman yang wajib dibatasi.
Teh Hijau dan Teh Hitam
Rutin minum secangkir teh setiap hari sangat baik untuk kesehatan pembuluh darah.
Kebiasaan mengonsumsi teh hijau atau teh hitam secara teratur selama lebih dari tiga bulan terbukti efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Dari keduanya, teh hijau memiliki efek yang sedikit lebih kuat.
Jus Bit
Buah bit kaya akan kandungan nitrat alami.
Di dalam tubuh, nitrat diubah menjadi oksida nitrat yang bertugas melebarkan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah melonggar, beban kerja jantung saat memompa darah berkurang sehingga tekanan darah otomatis menurun.
Jus Tomat
Mengonsumsi jus tomat murni setiap hari selama satu tahun diketahui dapat menurunkan tekanan darah sekaligus menekan kadar kolesterol jahat (LDL).
Kuncinya, pastikan mengolah atau membeli jus tomat tanpa tambahan garam (natrium), karena garam berlebih justru memicu lonjakan tekanan darah.
Jus Delima
Buah delima kaya akan vitamin C, folat, dan antioksidan tinggi yang mendukung kesehatan jantung.
Rutin minum jus delima murni tanpa pemanis buatan setiap hari efektif membantu menekan angka tekanan darah sistolik maupun diastolik.
Jus Buah Beri
Kelompok buah beri seperti ceri hingga cranberry kaya akan senyawa alami yang menyehatkan pembuluh darah.
Mengonsumsi jus buah beri utuh tanpa tambahan gula membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Susu Skim
Produk olahan susu rendah lemak seperti susu skim turut disarankan untuk menjaga stabilitas tekanan darah.
Penelitian mencatat adanya keterkaitan antara konsumsi susu rendah lemak dengan penurunan risiko hipertensi.
Memenuhi kebutuhan cairan sekitar delapan gelas air putih sehari sangat penting untuk mendukung kerja jantung dan mencegah dehidrasi.
Namun, air putih tidak secara langsung menurunkan tekanan darah tinggi, kecuali jika lonjakan tekanan darah tersebut memang dipicu oleh kondisi dehidrasi berat.
Agar upaya menurunkan tekanan darah berjalan maksimal, penderita hipertensi juga harus menjauhi beberapa jenis minuman berikut: