TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ratusan siswa SD Negeri 001 Balikpapan Tengah mengikuti kegiatan Bunda Literasi Mendongeng, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan menanamkan minat baca sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan.
Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat. Tahun 2026, pengembangan literasi keluarga menjadi salah satu fokus utama untuk menanamkan minat baca sejak usia dini melalui Program Alibaba (Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan penguatan literasi keluarga menjadi langkah strategis karena mencakup anak usia 0 hingga 18 tahun sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Untuk saat ini kami menyasar siswa sekolah dasar melalui program dongeng keliling. Selanjutnya akan dilanjutkan kepada siswa SMA melalui kegiatan literasi musik. Setiap segmen pendidikan memiliki pendekatan yang berbeda dalam memberikan edukasi literasi," ujar Neny usai kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Viral Anggaran Rumah Jabatan Wakil Walikota Balikpapan Rp12,6 Miliar, DPU Beri Penjelasan
Setiap jenjang usia memerlukan metode yang berbeda agar pesan literasi dapat diterima secara maksimal.
Selain menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan juga menjalankan Program Alibaba sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
"Melalui program tersebut, masyarakat dapat menikmati layanan literasi dalam dua bentuk, yakni secara konvensional maupun digital.
Untuk layanan konvensional, warga dapat memanfaatkan Perpustakaan Daerah Kota Balikpapan, perpustakaan khusus di tujuh instansi pemerintah, perpustakaan sekolah, hingga perpustakaan yang tersedia di sejumlah masjid," katanya.
Sementara untuk layanan digital, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan mengembangkan aplikasi iBalikpapan serta menghadirkan pojok baca digital yang akan ditempatkan di sejumlah ruang publik, seperti Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai.
Baca juga: Balikpapan Masih Butuh Tambahan Air Baku 1.000 Liter per Detik, Ini yang Dilakukan PTMB
Fasilitas tersebut diharapkan mampu memudahkan masyarakat mengakses berbagai bahan bacaan kapan saja dan di mana saja.
"Jadi masyarakat memiliki dua pilihan akses literasi, yaitu secara konvensional melalui perpustakaan dan secara digital melalui layanan yang kami sediakan," ujar Neny.
Balikpapan Dorong Budaya Membaca Berkelanjutan
Neny menambahkan, penguatan budaya membaca merupakan arahan Bunda Literasi Kota Balikpapan bersama Wali Kota Balikpapan.
Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus pintu gerbang Kalimantan Timur, Balikpapan diharapkan mampu menjadi daerah percontohan dalam pengembangan budaya literasi.
"Terdapat dua indikator nasional yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)," ungkapnya.
Baca juga: Rutan Balikpapan Optimalkan Wartelsuspas, Warga Binaan Tetap Bisa Berkomunikasi dengan Keluarga
Meski demikian, menurutnya seluruh program yang dijalankan tidak semata-mata mengejar capaian indikator tersebut, melainkan membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Melalui berbagai kegiatan ini kami ingin mengenalkan literasi kepada masyarakat sejak usia dini sehingga budaya membaca tumbuh secara alami di lingkungan keluarga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," pungkas Neny. (dha/ADV Diskominfo Balikpapan)