Keluh Kesah Pedagang Slogohimo di Wonogiri : Pasar Darurat Sepi, Pilih Ngontrak Ruko Rp9 Juta/tahun
Vincentius Jyestha Candraditya July 29, 2026 06:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Keluhan pedagang Pasar Slogohimo di Wonogiri kembali mencuat menjelang rencana pembangunan ulang pasar. 

Setelah hampir tiga tahun bertahan pascakebakaran, sejumlah pedagang mendesak agar proyek pembangunan segera dimulai karena kondisi pasar darurat dinilai sepi pembeli sehingga sebagian pedagang terpaksa menyewa ruko dengan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Potret terkini kondisi Pasar Darurat di Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah
PASAR DARURAT - Potret terkini kondisi Pasar Darurat di Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). Selama menunggu pembangunan Pasar Slogohimo kembali, pedagang menempati pasar darurat yang berada di depan area pasar lama. Namun, kondisi tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi sebagian pedagang.

Salah satu pedagang, Ety Sugiartiningsih, berharap pembangunan pasar tidak lagi mengalami penundaan. Menurutnya, waktu sudah memasuki akhir Juli, namun pembangunan fisik belum juga dimulai.

"Juli sudah mau habis, belum juga dimulai. Harusnya segera dimulai pembangunannya," kata Ety, Rabu (29/7/2026).

Ia menilai pembangunan Pasar Slogohimo perlu menjadi prioritas karena para pedagang merupakan korban musibah kebakaran yang telah kehilangan tempat usaha selama bertahun-tahun. Selain itu, pasar memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pasar Darurat Dinilai Tak Membantu Perekonomian Pedagang

Selama menunggu pembangunan, pedagang menempati pasar darurat yang berada di depan area pasar lama.

Namun, kondisi tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi sebagian pedagang.

Ety mengaku memilih menyewa ruko di sekitar pasar karena dagangannya tidak memungkinkan ditempatkan di pasar darurat. Selain itu, tingkat kunjungan pembeli di lokasi sementara juga dinilai rendah.

"Kalau saya tidak pakai pasar darurat, kontrak ruko karena dagangan banyak. Selain itu juga sepi, ada teman pedagang sempat menempati pasar darurat tidak laku akhirnya pilih ngontrak di tempat lain," katanya.

Baca juga: Hampir 3 Tahun di Pasar Darurat, Pedagang Minta Pembangunan Pasar Slogohimo Wonogiri Dipercepat

Menurut dia, banyak pedagang akhirnya mencari lokasi usaha lain yang dianggap lebih strategis demi mempertahankan pelanggan. Konsekuensinya, biaya operasional pun meningkat.

Ia menyebut biaya sewa ruko yang ditempatinya kini mencapai sekitar Rp9 juta per tahun.

"Banyak yang ngontrak, karena banyak yang kehilangan pelanggan. Cari tempat yang lebih strategis juga," ujarnya.

Selama hampir tiga tahun terakhir, para pedagang lebih fokus bertahan di tengah penurunan omzet akibat dampak kebakaran Pasar Slogohimo.

"Yang penting bertahan dulu, kalau omzet jelas berkurang karena ada pelanggan yang tidak mau mencari, pelanggan cari yang lebih dekat," kata dia.

Proyek Sedang Masa Sanggah

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdag & KUKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, memastikan proses pembangunan terus berjalan. Saat ini proyek revitalisasi masih berada pada tahap masa sanggah setelah proses tender.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Slogohimo Wonogiri Dikebut, Pedagang Ditarget Tempati Bangunan Baru Januari 2027

"Sudah ada tendernya. Ini masa sanggah, bisa dicek di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)," kata dia.

Pemkab Wonogiri menargetkan pembangunan pasar mulai dikerjakan pada Agustus 2026 dan dapat diselesaikan pada akhir tahun agar pedagang segera kembali menempati bangunan baru.

"Agustus harus mulai pembangunan, tanggalnya kalau bisa se awal mungkin," imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.