Dakota Johnson Berubah Drastis Jadi Marilyn Monroe, Rambut Pirangnya Bikin Pangling
Asnida Riani July 29, 2026 06:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Dakota Johnson tampil nyaris tak dikenali saat bertransformasi menjadi Marilyn Monroe dalam film pendek terbaru garapan Maggie Gyllenhaal, Flesh Impact. Tampilan perdana Johnson sebagai ikon Hollywood tersebut diperlihatkan Vanity Fair pada Senin, 27 Juli 2026, menampilkan sang aktris sebagai Monroe ketika berada di puncak popularitasnya.

Melansir Page Six, Rabu (29/7/2026), aktris berusia 36 tahun itu memerankan Monroe dalam cerita yang tidak sekadar menghidupkan kembali sosok sang bintang. Gyllenhaal menghadirkan perspektif personal tentang perempuan yang telah lama menjadi bagian dari mitologi Hollywood.

Ellen Burstyn (93) juga tampil sebagai versi imajinatif Monroe yang berbeda dari sosok yang selama ini dikenal publik. "Menurut saya, tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu seperti apa Marilyn karena dia sudah begitu dikomodifikasi dan dijadikan mitos, sehingga dalam pikiran saya pun sosoknya terasa sangat samar," kata Gyllenhaal pada Vanity Fair.

Gyllenhaal menulis sekaligus menyutradarai Flesh Impact. Film pendek berdurasi 17 menit tersebut akan tayang perdana di Festival Film Venice 2026 pada September, sekitar tiga bulan setelah tanggal yang seharusnya menjadi peringatan 100 tahun kelahiran Monroe.

Ia langsung membayangkan Johnson ketika menentukan pemeran utama. Keduanya sebelumnya bekerja sama dalam film The Lost Daughter pada 2021. Gyllenhaal sempat meragukan pilihannya karena menganggap penampilan Johnson tidak cukup menyerupai Monroe.

"Lalu saya berpikir, 'Itu konyol. Siapa peduli?'" ujarnya.

Keputusan tersebut membuat transformasi Johnson tidak bergantung pada kemiripan wajah semata. Tim produksi menggunakan kostum dan tata rias untuk membangun karakter Monroe. Johnson mengenakan wig pirang pendek, serta menambahkan tahi lalat khas Monroe yang menjadi salah satu ciri visual sang aktris.

 

Rambut Pirang Ikonis

Marilyn Monroe. (AP Photo)
Marilyn Monroe. (AP Photo)

Rambut pirang platinum memang menjadi bagian penting dari citra sang bintang. Monroe, yang lahir sebagai Norma Jeane Mortenson, memiliki rambut cokelat sebelum memutihkannya hingga menjadi pirang platinum, sebuah perubahan yang kemudian ikut membentuk persona Hollywood-nya.

Penampilan itu membawa Johnson pada periode ketika Monroe berada di puncak ketenarannya. Monroe sendiri meninggal dunia di usia 36 tahun pada Agustus 1962. Kematian sang aktris dinyatakan sebagai akibat overdosis barbiturat yang tidak disengaja dan kemudian dikategorikan sebagai kemungkinan bunuh diri.

Gyllenhaal juga melibatkan Burstyn untuk menghadirkan sisi lain dari karakter Monroe. Aktris senior tersebut langsung menerima tawaran setelah mendapat pendekatan dari sutradara. Peran Burstyn tidak menggambarkan Monroe secara harfiah, melainkan menghadirkan versi imajinatif tentang kehidupan sang bintang yang tidak pernah diketahui publik.

 

Bertabur Bintang

Potret yang diambil pada tahun 1962 dari aktris AS Marilyn Monroe selama pembuatan film terakhirnya
Potret yang diambil pada tahun 1962 dari aktris AS Marilyn Monroe selama pembuatan film terakhirnya

"Saya rasa peran ini bertemu dengan Ellen pada momen tertentu, ketika hal-hal yang ditawarkan untuk dibicarakan, dipikirkan, dan diimpikan memang merupakan sesuatu yang ingin ia pikirkan, impikan, dan bicarakan," kata Gyllenhaal.

Peter Sarsgaard, yang merupakan suami Gyllenhaal, serta aktris The Pitt Sepideh Moafi turut membintangi film tersebut. Gyllenhaal menggunakan cerita tentang Monroe untuk membahas pengalaman perempuan yang bekerja sebagai aktris dan menghadapi sorotan publik.

"Dalam banyak hal, film ini tentang Marilyn dan juga tentang fantasi saya mengenai dirinya," kata dia.

Sutradara The Dark Knight itu menjelaskan film tersebut juga mengangkat pengalaman aktris secara lebih luas. "Dalam banyak hal, film ini juga tentang Marilyn dan para aktris secara umum, serta bagaimana rasanya menjalani pekerjaan yang aneh, sangat rentan, tapi pada saat yang sama sangat berkuasa," ujarnya.

 

Sinopsis Film

Dakota Johnson mengenakan gaun balas dendam ala Putri Diana usai dirumorkan putus dari Chris Martin. (dok. Instagram @latenightseth/https://www.instagram.com/p/DKkomc-v_tj/)
Dakota Johnson mengenakan gaun balas dendam ala Putri Diana usai dirumorkan putus dari Chris Martin. (dok. Instagram @latenightseth/https://www.instagram.com/p/DKkomc-v_tj/)

Sinopsis resmi Festival Film Venice menggambarkan cerita tentang seorang perempuan tua misterius yang mengikuti audisi untuk sebuah pertunjukan di teater black box kecil di New York. Perempuan tersebut memaparkan pengalaman dan kualifikasinya sebagai aktris sebelum rahasia mengenai identitas, serta kesalahpahaman tentang kehidupannya mulai terungkap.

Gyllenhaal memilih pendekatan tersebut untuk menjauh dari gambaran Monroe yang selama bertahun-tahun terbentuk melalui budaya populer. Film ini tidak hanya berusaha menghadirkan kembali wajah sang ikon, tapi juga mempertanyakan bagaimana seorang perempuan dapat berubah menjadi sosok yang terus dibentuk oleh pandangan orang lain.

Johnson bukan aktris pertama yang memerankan Monroe. Sebelumnya, sejumlah aktris seperti Ana de Armas, Michelle Williams, Kelli Garner, Ashley Judd, dan Mira Sorvino juga pernah mengambil peran sebagai bintang Some Like It Hot tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.