TRIBUNNEWSMAKER.COM - Empat hari berlalu sejak Diki Akbari (23), pengemudi ojek online asal Bandung, dilaporkan hilang setelah mengantar pesanan makanan ke kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat.
Hingga Rabu (29/7/2026), polisi masih berupaya mengungkap keberadaan pria tersebut.
Kapolsek Cibeunying Kidul, Kompol Yadi S, mengatakan penyelidikan terus dilakukan sejak laporan kehilangan diterima.
"Kami masih terus lakukan penelusuran dan penyelidikan," kata Yadi.
Di tengah proses pencarian, keluarga masih berharap Diki segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sang istri, Arni Mardiani, mengaku hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan suaminya.
"Belum pulang, kami masih menunggu kabar. Polisi juga masih melacak keberadaan suami," ucap Arni saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).
Menurut Arni, malam itu suaminya berpamitan seperti biasa untuk mengambil dan mengantarkan pesanan makanan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, Diki menyelesaikan pengantaran di kawasan Cihaurgeulis. Setelah itu, ia kembali menerima pesanan lain menuju Saparua hingga kawasan Dago.
Saat masih berada di Dago, Arni sempat menghubungi suaminya. Dalam percakapan terakhir tersebut, Diki mengaku baterai ponselnya hampir habis. Arni kemudian mengingatkan agar berhati-hati selama perjalanan pulang.
Baca juga: Heboh! Ojol Gagalkan Dugaan Aksi Kriminal di Baleendah Bandung, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi & Bonus
"Posisinya waktu itu suami bilang baterai low batt, saya bilang hati-hati di jalan. Saya kira sudah pulang, tapi sampai pukul 23.00 WIB belum juga pulang, dan dari situ enggak ada kabar lagi serta handphonenya tak aktif," ujarnya.
Sejak komunikasi terakhir itu, ponsel Diki tidak lagi bisa dihubungi.
Keluarga kemudian berusaha mencari informasi dengan menghubungi kerabat hingga rekan sesama pengemudi ojek online. Namun hingga kini, keberadaan Diki masih belum diketahui.
Arni mengaku tidak mempersoalkan apabila sepeda motor maupun telepon genggam suaminya hilang. Baginya, yang terpenting adalah Diki bisa kembali ke rumah dalam keadaan selamat.
"Kalau dia ingat anak, pulang dengan selamat, meski tak ada motor dan hp enggak apa-apa asal dia pulang dalam keadaan sehat dan cepat kembali ke rumah. Kami sudah hubungi rekan-rekannya juga dan saudara. Kami bingung dia enggak ada kabarnya," tutur Arni.
Ia juga memastikan rumah tangga mereka tidak sedang dilanda persoalan sebelum sang suami menghilang.
"Semua baik-baik saja, bahkan Diki sempat ajak anak-anak ke Borma membeli perlengkapan sekolah dan sampai ke rumah biasa saja enggak ada masalah dan malamnya pergi ambil pesanan pun izin," katanya.
Diki diketahui baru sekitar dua minggu bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sebelumnya, ia kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Diki kemudian mendaftar sebagai mitra pengemudi di tiga aplikasi ojek online sekaligus.
Ia menjadi tulang punggung bagi istri dan empat anaknya yang masih berusia belia. Anak sulungnya duduk di kelas tiga SD, anak kedua masih TK, sedangkan dua anak lainnya masing-masing berusia tiga tahun dan satu setengah tahun.
"Kami miliki empat orang anak, pertama sudah SD kelas tiga, lalu yang kedua itu sudah TK, anak ketiga baru usia tiga tahun, dan keempat itu baru satu tahun setengah," ujar Arni.
Arni tak mampu menyembunyikan kesedihannya ketika menceritakan bagaimana anak-anak terus mencari sosok ayah mereka.
"Semoga (Diki) cepat ditemukan dalam keadaan selamat pulang ke rumah, karena anak-anak pada kecil dan anak-anak ini terus menanyakan ayah ke mana, kenapa enggak pulang-pulang."
"Saya sebagai ibu pun hanya bisa menenangkan kalau ayah lagi ngojek lagi cari uang, doain sama kalian supaya bisa pulang," ucap Arni sambil terisak.
Sementara itu, ayah Diki, Mulyana, menyebut putranya dikenal pendiam namun mudah bergaul dan bertanggung jawab terhadap keluarga.
Hal serupa diungkapkan kakak Diki, Ratih. Menurutnya, adiknya tidak pernah memilih pekerjaan selama dapat menghidupi keluarganya.
"Iya dia mau kerja kasar dan mau kerja apapun meski umurnya masih muda. Tanggung jawabnya besar terhadap keluarga dan enggak pernah berbuat aneh-aneh, serta alhamdulillah baik pandangannya di masyarakat dan keluarga," ujar Ratih. (TribunNewsmaker/TribunLampung/TribunJabar)