Luka Fisik Mulai Pulih, Tapi Karina Ranau Ungkap Trauma yang Masih Membekas Setelah Penganiayaan
Candra Isriadhi July 29, 2026 06:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Trauma akibat menjadi korban penganiayaan masih membekas dalam diri Karina Ranau.

Meski luka fisik yang dialaminya mulai berangsur pulih, istri mendiang aktor Epy Kusnandar itu mengaku masih dihantui rasa takut sejak insiden yang terjadi pada Juni 2026.

Peristiwa tersebut ternyata membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-harinya.

KABAR ARTIS - Karina Ranau saat ditemui di Polsek Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).
KABAR ARTIS - Karina Ranau saat ditemui di Polsek Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026). (Grid.id/Ulfa Lutfia)

Demi mencegah kejadian serupa terulang, Karina memutuskan untuk meningkatkan sistem keamanan di tempat usahanya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang kamera pengawas (CCTV) di hampir seluruh sudut warung miliknya.

Menurut Karina, keberadaan CCTV membuatnya merasa lebih tenang karena seluruh aktivitas di lokasi usaha dapat dipantau secara langsung.

Karina mengungkapkan, kamera pengawas kini dipasang mulai dari bagian depan warung, area tenda, hingga bagian dalam tempat usahanya.

Seluruh rekaman juga dapat diakses dengan mudah melalui telepon genggam.

Baca juga: Reaksi Sule Setelah Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Aripat, Ngaku Jujur Cemburu Soal Adzam

"Semenjak kejadian itu, saya langsung pasang CCTV di berbagai sudut. Ada di depan, di area tenda, sampai di bagian dalam."

"Sekarang semuanya bisa saya kontrol langsung dari handphone," ungkap Karina saat ditemui di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

Keputusan memasang CCTV menjadi salah satu bentuk antisipasi yang dilakukan Karina setelah mengalami tindakan kekerasan.

Meski berusaha melanjutkan aktivitas seperti biasa, ia mengakui pengalaman pahit tersebut masih meninggalkan trauma yang belum sepenuhnya hilang.

Dengan sistem keamanan yang lebih baik, Karina berharap dapat menjalankan usahanya dengan lebih tenang sekaligus meminimalkan risiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Hidup dalam Ketakutan

WARUNG DIPALAK PREMAN - Tangis istri aktor Epy Kusnandar, Karina Ranau pecah saat warung makannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dipalak preman.
WARUNG DIPALAK PREMAN - Tangis istri aktor Epy Kusnandar, Karina Ranau pecah saat warung makannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dipalak preman. (Instagram @karinaranau9)

Karina tak menampik bahwa hingga saat ini dirinya masih merasa was-was saat beraktivitas. 

Kejadian di mana ia dicengkeram dan didorong hingga tersungkur ke jalanan oleh seorang pria tak dikenal karena cekcok soal parkir.

"Jujur, sampai detik ini saya masih trauma. Saya jadi takut untuk ke mana-mana sendirian."

Setiap kali berada di rumah dan mencoba beristirahat, Karina sering kali secara tidak sengaja teringat momen kekerasan tersebut.

Ia bahkan kerap menangis saat melihat kembali bukti rekaman video penganiayaan yang kini menjadi barang bukti di kepolisian.

"Saya bayangkan kalau suami saya (Epy Kusnandar) masih ada, dia pasti marah sekali melihat ini."

"Saya sakit melihat betapa kasarnya perlakuan itu kepada seorang perempuan, terlepas dari apa pun alasannya," tambahnya.

Baca juga: Sosok Aripat, Kini Sah Jadi Suami Nathalie Holscher, Dulu Kerja di Bidang Leasing dan Sales Properti

Proses Hukum Tetap Berjalan

Putra Epy Kusnandar bertekad melindungi Karina Ranau setelah kepergian ayahnya
Putra Epy Kusnandar bertekad melindungi Karina Ranau setelah kepergian ayahnya (Instagram/@karinaranau9)

Meskipun pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini dalam tahap penyidikan (naik sidik), Karina tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menempuh jalur damai atau Restorative Justice.

Baginya, rasa aman tidak bisa ditukar dengan sekadar kata maaf yang bahkan hingga kini belum diterimanya secara langsung dari pelaku.

Kuasa hukum Karina, Hendro Widodo, menegaskan bahwa kliennya berhak mendapatkan perlindungan dan keadilan.

"Klien kami masih sangat trauma bertemu dengan terlapor. Pemasangan CCTV di warung adalah langkah mandiri untuk memberikan rasa aman, namun secara hukum, proses harus tetap berlanjut sampai ke pengadilan," tegas Hendro.

Kini, dengan pengawasan CCTV yang lebih ketat, Karina mencoba perlahan kembali menjalani aktivitasnya di warung.

Meski dibayangi ketakutan, ia berharap langkah hukum yang ia tempuh bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak ada lagi perempuan yang menjadi korban penindasan.

(Tribunnewsmaker.com/Grid.id/Ulfa Lutfia Hidayati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.