Kepala Bakom Qodari soal Polemik Kabinet Bayangan: Kalau Kritik Jangan Asal, Harus Pakai Data
Dharma Aji Yudhaningrat July 29, 2026 07:12 PM

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom, Muhammad Qodari, akhirnya angkat bicara menanggapi pembentukan Kabinet Bayangan oleh masyarakat sipil.

Inisiatif Kabinet Bayangan ini diketahui dibentuk untuk mengawasi berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal tersebut, Qodari menegaskan bahwa pihak pemerintah sangat menghargai setiap masukan dan kritik dari masyarakat.

Namun, ia menekankan agar setiap kritik yang disampaikan harus berbasis pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kota Surabaya pada Selasa (28/7/2026).

Ia meminta kelompok masyarakat sipil tidak hanya fokus menyoroti kekurangan atau celah dalam kebijakan pemerintah.

Menurutnya, penilaian terhadap kinerja kabinet sebaiknya dilakukan secara objektif dan berimbang.

Qodari berharap program-program pemerintah yang terbukti berhasil dan bermanfaat bagi rakyat juga turut mendapat apresiasi.

Diketahui, pembentukan Kabinet Bayangan ini diinisiasi oleh gabungan kelompok akademisi, aktivis, serta peneliti.

Wadah pembanding ini resmi diumumkan pada 17 Juli 2026 untuk mengawal jalannya roda pemerintahan.

Sebanyak 15 tokoh terpilih telah ditunjuk untuk mengisi posisi kementerian pembanding sesuai keahlian bidang masing-masing.

Beberapa nama kondang turut mengisi formasi strategis dalam Kabinet Bayangan tersebut.

Di antaranya terdapat nama pakar hukum tata negara Feri Amsari yang menduduki posisi Menteri Sekretaris Negara.

Selain itu, ekonom Bhima Yudhistira dipercaya membidangi posisi Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.