SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Buah cempedak atau yang kerap disebut sebagai nangka hutan mulai membanjiri berbagai pasar tradisional dan ruas-ruas jalan di Kota Palembang. Buah musiman beraroma harum dengan daging buah berwarna jingga kekuningan ini mulai banyak dijajakan seiring datangnya musim panen pada Juli 2026.
Banyak pedagang musiman serta lapak buah di pinggir jalan yang menjadikan cempedak sebagai komoditas utama jualan mereka.
Buah berasa manis ini selalu digemari oleh berbagai kalangan karena teksturnya yang lembut saat dikunyah.
Salah seorang pedagang buah cempedak, Roni, mengungkapkan bahwa buah musiman ini banyak dihasilkan dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.
"Banyak tumbuhnya di Sumsel. Ini saja kami ambil buahnya dari Ogan Ilir, OKI, hingga Banyuasin," kata Roni saat ditemui, Rabu (29/7/2026).
Roni mematok harga cempedak lokal tersebut sebesar Rp10.000 per kilogram, dengan penawaran diskon khusus bagi pembeli yang mengambil dalam jumlah banyak.
Ia mengaku dagangannya cukup laris diserbu para pengendara yang melintas di pinggir jalan.
"Alhamdulillah banyak yang beli kalau di pinggir jalan seperti ini, satu persatu mobil datang, banyak yang cari cempedak ini," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli bernama Soleh mengungkapkan bahwa cempedak lokal Sumatera Selatan memiliki ciri khas rasa yang manis serta harum, meski dikenal memiliki getah yang cukup banyak.
Di sisi lain, terdapat pula varian cempedak asal Bangka yang berukuran lebih kecil dengan kulit tebal dan tekstur sangat lembut, meski dibanderol dengan harga lebih tinggi, yakni Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
"Kalau saya, sebelum makan biasanya mengolesi tangan dengan minyak, atau pakai sarung tangan plastik supaya getahnya tidak lengket di tangan," ujar Soleh membagikan tipsnya.