WARTAKOTALIVE.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diserang saat makan malam di Washington DC, Amerika Serikat pada Senin (27/7/2026).
Saat tiba di sebuah hotel di Washington DC, sejumlah warga telah menunggu untuk melayangkan protes terhadap penjahat perang tersebut.
Dalam video yang viral di media sosial mereka melontarkan protes dan menyebut Netanyahu sebagai pelaku Genosida.
Para aktivis pendukung Palestina itu juga mendesak agar Netanyahu tidak lagi bersembunyi.
Video yang dibagikan Hasanisham90 di Instagram itu terlihat sejumlah aktivis mencoba menyerang Netanyahu yang berjalan di lobi hotel.
Namun hal itu bisa dicegah oleh para pengawal.
“Bibi Bibi kamu tidak bisa bersembunyi, kamu sedang melakukan genosida,” ucap demonstran.
Selain digeruduk di hotel, Netanyahu juga disambut unjuk rasa saat hendak menuju Gedung Putih.
Bahkan beberapa demonstran merupakan tokoh agama Yahudi yakni Rabi. Para Rabi di AS itu memakai Kafiyeh sambil menyampaikan protes atas kehadiran Netanyahu di Gedung Putih.
Para demonstran membawa spanduk yang menandai Netanyahu sebagai 'penjahat perang'.
Hanashiham pengunggah video mengatakan mereka mendapatkan kabar bahwa Netanyahu makan di Bourbon Steak di Four Seasons di Georgetown Senin malam.
Warga pun memutuskan menghampiri hotel tersebut untuk menghadapi Netanyahu.
Namun sebelum mereka bisa mendekati Netanyahu, staf hotel dan polisi menghalangi jalan demonstran dan mengusir para demonstran.
Warga AS tidak terima Netanyahu bisa makan dengan tenang di saat warga Gaza kelaparan.
“Kami terus menyanyikan mantra. Kami tidak bisa membiarkan Netanyahu makan dengan tenang tanpa merasakan bahkan sebagian kecil dari kekacauan yang Israel lakukan terhadap Gaza melalui genosida, pembersihan etnik, dan kelaparan massal,” jelas pengunggah.
Baca juga: Wali Kota New York Desak Penangkapan Netanyahu, Trump Justru Beri Jaminan Perlindungan
Dimuat Times of Israel Netanyahu telah tiba di Gedung Putih untuk pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump.
Ini adalah pertemuan kedelapan mereka selama masa jabatan kedua Trump, tetapi yang pertama sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada bulan Februari.
Netanyahu memasuki Gedung Putih melalui pintu samping yang hanya sebagian terlihat oleh wartawan.
Meskipun Netanyahu sering menggunakan pintu masuk Sayap Barat tempat ia disambut oleh Trump sendiri, ini bukan pertama kalinya ia masuk melalui pintu Executive Avenue Barat, yang terletak tersembunyi dari pandangan publik.
Keduanya dijadwalkan untuk membahas konflik Iran yang sedang berlangsung, kehadiran Israel di Lebanon selatan, dan upaya untuk memperluas Kesepakatan Abraham, kata seorang pejabat Gedung Putih.