Bukan Tenggelam Biasa, Fakta Baru Autopsi Satpam Jatiluhur Ungkap Dugaan Masalah Finansial
Khistian Tauqid July 29, 2026 07:41 PM

TRIBUNBATAM.id - Penyidikan kasus kematian Sumarna (42), petugas keamanan yang jasadnya ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat (24/7/2026), kini membuahkan sejumlah fakta baru. 

Kepolisian memastikan korban tewas akibat tindak pidana pembunuhan.

Berdasarkan hasil autopsi, Sumarna diduga dihabisi terlebih dahulu di daratan sebelum jasadnya dibuang ke dalam waduk. 

Indikasi ini diperkuat dengan ditemukannya sedikit volume air dan tidak adanya kandungan lumpur pada paru-paru korban. 

Selain itu, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, seperti bekas benturan di wajah dan kepala bagian belakang, serta luka jeratan di leher.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa barang bukti, meliputi telepon genggam milik korban serta dua unit borgol satu terpasang di tangan Sumarna dan satu lagi ditemukan di area sekitar TKP.

Diduga Terbelit Masalah Finansial

Di samping temuan fisik, penyidik menduga adanya persoalan pribadi yang sempat dihadapi korban sebelum tewas, khususnya terkait masalah keuangan. Dugaan ini kini menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk melihat keterkaitannya dengan motif pembunuhan.

"Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (sedang didalami)," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara.

Informasi mengenai masalah keuangan ini sebelumnya sempat disampaikan oleh kepala desa setempat kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Kades menjelaskan bahwa korban yang juga menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas, dipercaya mengelola uang Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) untuk pengganti uang Siltap pembayaran BPJS Ketenagakerjaan.

"Uang BPJS itu dititip ke kalau Linmas ke Danton, saya umumkan bahwa uang itu udah dibayarkan, uang ganti BPJS Ketenagakerjaan itu udah dibayarkan tapi dititipkan ke kepalanya," ungkap kades.

Baca juga: Polisi Tewas Ditangan Polisi, Keluarga Brigadir Eko Desak Seluruh Pihak yang Terlibat Diproses Hukum

Namun hingga peristiwa pembunuhan terjadi, dana tersebut diketahui belum diserahkan Sumarna kepada para anggota Linmas.

"Uang yang dititipkan sama almarhum itu sudah dibagikan?" tanya Dedi Mulyadi.

"Belum, Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata enggak ada," jawab kades.

"Berapa uangnya?" tanya Dedi kembali.

"Rp1.050.000 untuk 14 orang," jelas kades.

Penyelidikan Terus Berjalan

Hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan tersangka maupun menangkap pelaku pembunuhan. 

Kendati demikian, proses hukum terus bergulir dengan memeriksa setidaknya 15 orang saksi serta merumuskan berbagai dugaan penyebab kejadian.

"Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut," tegas AKP I Made Purwantara.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.