PkM Undana Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Pesisir di Desa Kaliuda
Alfons Nedabang July 29, 2026 09:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana ( PkM Undana ) Tahun 2026 mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan, di antaranya pelatihan pengolahan rumput laut, pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan rumah tangga.

Ketua Tim PkM, Merlyn Kurniawati, S.Sos., M.M menjelaskan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebagai bagian dari program bertajuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pesisir Melalui Peningkatan Nilai Tambah dan Pemasaran Digital Produk Rumput Laut di Desa Kaliuda.

Menurut Merlyn, program tersebut merupakan implementasi komitmen Undana dalam mewujudkan visi sebagai world class locally relevant university, yakni perguruan tinggi yang menghadirkan riset dan inovasi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan Desa Kaliuda merupakan salah satu sentra budidaya rumput laut di Sumba Timur. Selama ini, kelompok perempuan di desa tersebut telah berperan aktif dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman bibit, perawatan hingga penjemuran hasil panen. 

Baca juga: Tim PKM Undana Luncurkan Website Transparansi di Mburukulu Sumba Timur

Namun, kata dia hasil panen umumnya masih dijual dalam bentuk bahan baku kepada pengepul sehingga nilai ekonomi yang diperoleh belum optimal.

"Karena itu, melalui program ini kami berupaya meningkatkan nilai tambah rumput laut dengan membekali kelompok perempuan melalui pelatihan pengolahan produk, pemasaran digital, pengelolaan keuangan rumah tangga, serta pengembangan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ujar Merlyn.

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan utama adalah pelatihan pengolahan rumput laut menjadi pudding yang dipandu oleh Jachielin H. Lada, SE., M.Comm. Kegiatan ini digelar pada Senin (27/7/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan teknik pengolahan, standar kebersihan, hingga pengemasan produk agar siap dipasarkan, baik di pasar lokal maupun melalui platform digital. Selain itu, Indah Mutiara, S.E., M.E., memberikan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga. 

Materi yang disampaikan meliputi pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, hingga pentingnya menabung untuk pengembangan usaha.

Merlyn mengatakan potensi rumput laut di Desa Kaliuda sangat besar, namun belum didukung kemampuan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

Baca juga: Pemkab Kupang Harap PKM Undana Bisa Urai Masalah di Desa

"Kami melihat potensi besar dari rumput laut yang dibudidayakan di Kaliuda. Ibu-ibu di sini sangat tekun, tetapi produk mereka belum memiliki nilai jual yang optimal. Program ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan baru, baik dalam mengolah rumput laut menjadi produk makanan sehat, mengelola keuangan, maupun memasarkannya secara digital agar bisa menjangkau konsumen yang lebih luas," katanya.

Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan dapat mendorong perempuan pesisir tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga mampu menjadi pengolah, pemasar, dan pengelola usaha yang mandiri sehingga pendapatan keluarga dapat meningkat secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perempuan pembudidaya rumput laut di Kecamatan Pahunga Lodu masih membutuhkan peningkatan kapasitas, terutama dalam aspek pengolahan hasil, pemasaran digital, dan manajemen keuangan.

"Melalui pendampingan ini kami berharap perempuan pesisir memiliki kemandirian ekonomi yang lebih kuat, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan potensi rumput laut yang dimiliki Desa Kaliuda," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.