TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Polisi masih memburu dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok pemuda di Jalan Kalibaru Timur, RW 013 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang menewaskan seorang pemuda berinisial RM (19).
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengatakan, penyidik masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam bentrokan berdarah tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah memeriksa empat orang saksi untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta kronologi lengkap tawuran maut itu.
"Sedang proses pengejaran pelaku ya mas. Sudah kita periksa empat orang saksi," kata Bobi kepada wartawan, dikutip Rabu (29/7/2026).
Bobi mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tawuran tersebut merupakan bentrokan yang telah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok.
Menurutnya, kedua kelompok sudah membuat janji untuk bertemu sebelum akhirnya saling serang menggunakan senjata tajam di lokasi kejadian.
"Yang pasti janjian antar kelompok ya mas," ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi sementara mengidentifikasi ada dua orang yang diduga sebagai pelaku dan kini masih dalam pengejaran.
"Sementara ada dua pelaku," kata Bobi.
Sementara itu, korban RM sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami luka parah dalam bentrokan tersebut.
Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuh serta putus pada telapak tangan akibat sabetan senjata tajam.
"Luka lecet di bagian badan dan putus telapak tangan," ujar Bobi.
Polisi kini masih memburu para pelaku sekaligus mendalami motif dan peran masing-masing pihak yang terlibat dalam tawuran tersebut.
Baca juga: Pelamar Job Fair GOR Ciracas Tembus 3.656 Orang, Lowongan Tersedia 2.712 Posisi
Baca juga: Temuan Bayi di Depan Klinik Tangsel, Saksi Lihat Ibu Linglung Datang Sebelum Subuh
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Semarang: Truk Gagal Nanjak Lalu Mundur, Pemotor dan Pejalan Kaki Jadi Korban