Ancaman Bencana Kemarau Panjang, Jepara Terima Mobil Rescue dan Puluhan Armada Darurat
raka f pujangga July 29, 2026 10:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Ancaman bencana seperti kekeringan, angin kencang, hingga kebakaran seringkali menghantui setiap daerah saat musim kemarau.

Apalagi musim kemarau diprediksi berlangsung lebih lama tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagaimana prediksi Badan Meteorologi menyatakan bahwa potensi kemarau panjang tahun ini diperkirakan berlangsung cukup lama hingga Desember 2026.

Baca juga: Diduga Cari Makan, Monyet Liar Masuk ke Pemukiman di Jepara

Kabupaten Jepara dengan letak geografis pegunungan, hingga laut turut menjadi perhatian. Beberapa daerah di dalamnya sering kali terjadi kekeringan atau kelangkaan air bersih.

Tak hanya itu, potensi kebakaran juga perlu diantisipasi, baik kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, kebakaran tempat usaha dan rumah huni seringkali terjadi saat kemarau.

Pemerintah daerah Kabupaten Jepara telah mempersiapkan upaya mitigasi dan penanganan kebencanan tahun ini.

Termasuk bantuan satu unit armada rescue dan 20 sepeda motor darurat dari Pemerintah Pusat untuk penanganan kedaruratan.

Bantuan armada tersebut menambah jumlah amunisi sarana dan prasarana kedaruratan yang dimiliki BPBD Kabupaten Jepara.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, kondisi geografis Jepara memiliki kawasan pegunungan, dataran rendah, pesisir hingga Kepulauan Karimunjawa merupakan anugerah, sekaligus tantangan dalam upaya penanggulangan bencana.

Kata dia, keanekaragaman bentang alam tersebut menjadi potensi besar untuk pembangunan daerah. Sekaligus menghadirkan berbagai ancaman bencana yang harus ditanggapi dengan baik.

Menurut Mas Wiwit, penanggulangan bencana tidak bisa hanya sebatas dilakukan ketika musibah itu datang.

Namun juga dibutuhkan keseriusan dan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya sadar bencana melalui mitigasi, edukasi, penataan ruang yang tepat, juga peningkatan kesiapsiagaan sejak dini.

"Penanggulangan bencana harus menjadi budaya bersama. Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari kemampuan saat merespons bencana, tetapi juga dari kesungguhan membangun mitigasi, memperkuat edukasi masyarakat, menata ruang secara bijaksana, serta meningkatkan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi," terangnya, Rabu (29/7/2026).

Bupati mendorong pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terkait manajemen penanggulangan bencana, agar kemampuannya meningkat. Sehingga risiko kerugian akibat bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.

Sebelumnya, sosialisasi dan edukasi terkait Dasar-dasar Manajemen Penanggulangan Bencana di Kabupaten Jepara juga dilakukan, Selasa (28/7/2026) di Pendopo R.A. Kartini Jepara.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengatakan bahwa Kabupaten Jepara masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kerawanan bencana sedang.

Artinya, beberapa wilayah di Kota Ukir memiliki potensi ancaman bencana cukup serius yang perlu diantisipasi sejak dini. Mulai dari kawasan lereng Gunung Muria, kawasan laut, juga ancaman kekeringan di wilayah pertanian bagian Jepara Selatan.

Kata dia, ancaman kejadian bencana harus diantisipasi sejak awal menuju kemarau panjang. Agar sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Jepara dalam hal penanggulangan kegawatdaruratan tidak kaget ketika bencana datang.

Pihaknya memperhatikan beberapa hal yang perlu diperkuat dalam mitigasi dan penanganan bencana di Jepara.

Selain persiapan SDM, ketersediaan alat-alat lengkap juga diperlukan. Seperti armada rescue dan sepeda motor khusus untuk menjangkau daerah terisolir bencana.

Misalnya dampak bencana longsor di lereng pegunungan, atau ancaman kekeringan di daerah pelosok.

Armada bantuan dalam proses untuk segera dikirimkan ke Kabupaten Jepara.

"Kelengkapan alat sangat diperlukan, kami upayakan satu unit mobil rescue dan 20 unit sepeda motor akan datang. Bisa digunakan untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak," tuturnya.

Baca juga: Bus Trans Jateng Ruas Magelang-Temanggung Beroperasi 2027, Jepara-Pati 2028

Sejauh ini, ancaman bencana yang sudah muncul berulangkali di Jepara adalah kebakaran. Seringnya dialami tempat usaha mebel dan rumah tinggal, sementara kebakaran lahan belum teridentifikasi.

Selain itu, ancaman kekeringan juga sudah mulai muncul seperti yang dialami warga Kedungmalang, Kecamatan Kedung sudah mengalami kelangkaan air bersih. Bantuan terus diberikan dari berbagai pihak untuk menyuplai air bersih.

Sementara lokasi rawan kekeringan di perbukitan juga menjadi perhatian. Seperti halnya di Desa Clering, Kecamatan Donorojo yang seringkali menjadi langganan kekeringan. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.