Tribunlampung.co.id, NTB - Akhirnya terungkap misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany setelah pelakunya berhasil ditangkap.
Pelaku ditangkap oleh Satreskrim Polresta Mataram, Polda Nusa Tenggara Barat sebelum kabur ke luar negeri pada Rabu (29/7/2026).
Penangkapan pelaku setelah penyelidikan polisi yang memakan waktu berbulan-bulan. Berkat keuletan petugas kepolisian, alhasil pelaku berhasil diciduk.
Terduga pelaku merupakan seorang remaja berinisial H. Dia mengaku seorang diri menghabisi mahasiswi tersebut. "Sendiri," kata H seusai diamankan di Mako Polresta Mataram dikutip dari TribunLombok.com.
Remaja asal Mataram ini mengaku membunuh korban Nadya karena spontan, saat melakukan pencurian di kamar kos korban di wilayah Gomong, Kota Mataram.
Ketika itu korban terbangun dan mengetahui aksinya itu. "Refleks saja," ujarnya singkat.
Ia juga mengaku tidak menyetubuhi korban saat melancarkan aksi jahatnya itu."Tidak pernah," jelasnya.
H selama tiga bulan mengaku bersembunyi di wilayah Mataram. Ia bahkan dalam waktu dekat berencana akan berangkat ke Malaysia untuk bekerja di luar negeri.
Dia mengaku handphone korban yang selama ini dicari di buang di Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Namun saat dilakukan pencarian ulang barang bukti tersebut tidak ditemukan.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Dharma Yulia Putra mengatakan, dari barang bukti yang hilang sepeda motor korban berhasil diamankan. Namun dalam kondisi sudah dipreteli pelaku.
"Iya benar. Motor sudah kita pegang, kita amankan," kata Dharma.
Nadya merupakan mahasiswi Unram asal Kabupaten Sumbawa Barat yang ditemukan tidak bernyawa, di kamar kosnya di Gomong Mataram, Minggu (17/5/2026).
Misteri kematian mahasiswi ini menjadi sorotan publik sebab sudah berbulan-bulan pelaku tidak kunjung ditemukan.
Setelah melalui proses penyidikan panjang pelaku akhirnya ditemukan dan langsung ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)