DPRD Jabar Soroti Kendala Sarana dan Anggaran Sekolah Maung di Ciamis
ferri amiril July 29, 2026 10:20 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Status SMAN 1 Ciamis sebagai Sekolah Maung ternyata masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. 

Mulai dari keterbatasan sarana prasarana hingga kebutuhan anggaran untuk mendukung program unggulan menjadi sorotan saat Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat berkunjung ke sekolah tersebut, Rabu (29/7/2026) sore.

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sekaligus meninjau kesiapan SMAN 1 Ciamis sebagai salah satu Sekolah Maung di Jawa Barat.

Kepala SMAN 1 Ciamis, Noor Rahmawati, mengatakan sekolah terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan program meski masih menghadapi berbagai keterbatasan karena baru memasuki tahun pertama.

"Secara pribadi maupun mewakili lembaga, kami merasa bangga karena mendapat kunjungan dari wakil rakyat. Kami juga berkesempatan memaparkan kondisi sekolah mulai dari pelaksanaan SPMB, MPLS, hingga KBM dan program-program khas Sekolah Maung," ujarnya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan di Ciamis Tembus 1,26 Juta hingga Juni 2026

Noor menjelaskan, SMAN 1 Ciamis menerapkan konsep Full Day Plus dengan kegiatan belajar mengajar berlangsung Senin hingga Jumat pukul 06.30-17.00 WIB.

Selain itu, terdapat Saturday Program setiap Sabtu yang memberi kesempatan kepada siswa mengembangkan potensi sesuai jalur masuk, seperti olahraga maupun keagamaan. 

Sekolah juga tengah menyiapkan program Immersion Camp sebanyak dua kali dalam satu semester.

Namun, Noor mengakui masih ada sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi, mulai dari fasilitas olahraga hingga laboratorium komputer.

"Misalnya sarana olahraga seperti bak pasir lompat jauh yang masih perlu dibenahi, kemudian laboratorium komputer yang belum ideal karena satu komputer masih digunakan dua siswa. Kami berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Rafni Kotari, menilai predikat Sekolah Maung harus diikuti dengan dukungan fasilitas yang memadai.

"Ternyata untuk berstatus sebagai Sekolah Maung masih terdapat banyak kekurangan, baik ruang kelas, laboratorium maupun pembiayaan kegiatan pendukung," ujar Heri.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di SMAN 1 Ciamis sudah baik, sehingga kini yang perlu diperkuat adalah sarana prasarana dan dukungan anggaran.

"Karena ada label Maung, sekolah ini harus lebih unggul dibanding sekolah reguler. Aspirasi ini akan kami bawa agar menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Dwi Yanti Ningrum, berharap kehadiran Sekolah Maung mampu menjadikan SMAN 1 Ciamis sebagai sekolah unggulan yang melahirkan sumber daya manusia berkualitas di bidang akademik maupun nonakademik.(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.