Dubes Olivier Kasih Analogi Jam Tangan dan Batik di Balik 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Swiss
Eko Sutriyanto July 29, 2026 10:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Hari Nasional Swiss sekaligus peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss digelar di Ayana Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). 

Dalam momen tersebut, Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, menyoroti filosofi di balik kemitraan kedua negara bisa berlangsung lama.

Zehnder membuka pidatonya dengan sebuah analogi budaya kedua negara. Ia membandingkan dua mahakarya kebanggaan masing-masing negara, yakni jam tangan asal Swiss dan kain batik khas Indonesia.

"Pada pandangan pertama, sebuah jam tangan Swiss dan selembar kain batik mungkin tampaknya tidak memiliki banyak kesamaan. Yang satu mengukur waktu dan terbuat dari ratusan bagian bergerak yang disebut movement. Sebuah batik membawa kenangan dan terbuat dari benang yang tak terhitung jumlahnya serta lukisan yang halus," kata Zehnder.

Menurut Zehnder, meski tampak berbeda secara fisik maupun fungsi, proses pembuatan kedua mahakarya tersebut membawa nilai filosofis yang serupa. 

Keduanya menuntut ketekunan tingkat tinggi agar dapat menjadi sesuatu yang abadi.

Baca juga: Pamit dari Indonesia, Dubes Swiss Mengaku Bakal Rindukan Pertanyaan Sudah Makan, Pak?’

"Namun keduanya mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sama. Tidak ada hal abadi yang diciptakan hanya dalam satu gerakan. Hal itu dibangun dengan sabar, membutuhkan presisi, dan membutuhkan kepercayaan. Hal yang sama juga berlaku untuk persahabatan antara Swiss dan Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Zehnder menegaskan bahwa hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun ini bukanlah sekadar pencapaian di atas kertas. Durasi tersebut mewakili ikatan sejarah panjang yang diwariskan lintas generasi.

"75 tahun adalah lebih dari sekadar angka di sebuah logo. Ini mewakili ribuan pertemuan. Beberapa di antaranya diilustrasikan dalam buku ini yang akan segera diterbitkan. Ini adalah persahabatan yang dibangun oleh generasi masyarakat Swiss dan Indonesia," paparnya.

Sebagai bentuk kemitraan yang nyata, kerja sama Indonesia dan Swiss saat ini tidak hanya berpusat pada satu sektor ekonomi dasar, melainkan telah merambah ke berbagai bidang strategis lainnya.

"Kerja sama kita kini mencakup rentang dari perdagangan hingga investasi, pembangunan berkelanjutan, pendidikan, sains, dan kebudayaan," pungkasnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.