Dilaporkan Iran meningkatkan kemampuan drone bunuh diri atau drone kamikaze Hadid 110 dengan teknologi terbaru berbasis turbojet.
Drone itu kini dapat terbang lebih cepat, terbang lebih rendah, dan lebih sulit dideteksi lawan.
Selain itu, Iran juga mulai mengubah strategi pertahanan udaranya.
Iran menyebut, mengubah strateginya seusai sistem pertahanan lama dinilai rentan terhadap serangan presisi jarak jauh.
Hal ini membuat Amerika Serikat kewalahan menghadapi Iran.
Dilansir dari theguardian.com pada Rabu (29/7), Iran kini lebih mengandalkan strategi pertahanan yang lebih fleksibel dengan memanfaatkan sensor optik.
Selain itu mengandalkan, teknologi kecerdasan buatan atau AI, serta rudal dan drone berbiaya lebih murah.
Lalu Iran juga memanfaatkan citra satelit, sistem navigasi, dan sejumlah komponen elektronik canggih.
Dalam upaya memperkuat kemampuan militernya, Iran akan menerima 400 sistem rudal pertahanan udara dari China.
Di sisi lain, Iran mulai menerapkan pola serangan yang mirip dengan taktik Rusia dalam perang di Ukraina.
Yakni meluncurkan rudal dan drone secara bersamaan atau bergelombang.
Hal ini dimaksudkan, agar lebih sulit dihadang sistem pertahanan lawan.