BPJS Kesehatan Bengkulu Perkuat Peran 202 Desa dan Kelurahan di Seluma untuk Layanan Informasi JKN
Ricky Jenihansen July 29, 2026 10:53 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – BPJS Kesehatan Provinsi Bengkulu terus memperkuat peran pemerintah desa dan kelurahan dalam penyampaian informasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang diikuti perwakilan dari 202 desa dan kelurahan di Kabupaten Seluma.

Kegiatan yang berlangsaung di Aula Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Seluma, Rabu pagi (29/7/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa dan kelurahan mengenai status kepesertaan JKN masyarakat, baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif.

Kabag Perencanaan dan Keuangan BPJS Kesehatan Provinsi Bengkulu, Lasma Novita Sari, mengatakan pemerintah desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi terkait status kepesertaan JKN.

"Melalui sosialisasi ini kami menyampaikan kepada desa dan kelurahan mengenai peserta JKN yang aktif maupun tidak aktif. Apabila ada masyarakat yang kepesertaannya tidak aktif, dapat berkoordinasi dan melapor melalui pemerintah desa atau kelurahan," jelas Lasma Novita Sari.

Perkuat Informasi Kepesertaan JKN

Lasma mengatakan, selain memberikan pemahaman mengenai keaktifan kepesertaan JKN, BPJS Kesehatan juga menyosialisasikan program bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran.

BPJS Kesehatan menyediakan program keringanan pembayaran bagi peserta yang memiliki tunggakan dengan mekanisme mencicil sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, sudah ada program keringanan melalui pembayaran secara cicilan. Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut dapat melakukan pendaftaran melalui layanan WhatsApp Pandawa di nomor 08118165165," kata Lasma.

Lasma berharap, melalui keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan, informasi mengenai kepesertaan JKN dapat lebih cepat diterima masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat status kepesertaan yang tidak aktif.

"Mohon desa cepat tanggap jika ada masyarakat yang melapor terkait kepesertaan JKN ini. Jangan ada penundaan, segera urus cepat dan segera," pesan Lasma.

Operator Desa Jadi Penghubung Informasi

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Seluma, Rizki Hidayatullah, mengatakan peserta sosialisasi merupakan operator PIC (Person In Charge) desa dan kelurahan.

Setiap desa dan kelurahan mengirimkan satu orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Karena jumlah peserta mencapai 202 desa dan kelurahan, pelaksanaan sosialisasi dibagi menjadi dua sesi.

"Sosialisasi ini diikuti oleh operator PIC desa. Mengingat jumlah peserta mencapai 202 desa dan kelurahan, maka pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang hingga pukul 16.00 WIB," kata Rizki.

Rizki menambahkan, operator desa yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penghubung informasi antara BPJS Kesehatan dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Status kepesertaan JKN sangat penting, pastikan semua masyarakat tetap aktif agar dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai program pemerintah," ucap Rizki Hidayatullah.

Dukung Program UHC Seluma

Sementara itu, Sekretaris Daerah Seluma, Deddy Ramdhani, menyambut baik sosialisasi yang dilakukan BPJS Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat penting agar seluruh masyarakat Kabupaten Seluma tercover oleh Program JKN.

"Hal ini sejalan dengan program UHC kita. Kami sangat mendukung sosialisasi ini, agar masyarakat tahu. Jika ada kepesertaan JKN tidak aktif, masyarakat tahu harus melapor kemana," sampai Deddy Ramdhani. (Adv)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.