TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Putri Zuhro Laili (21) terlihat semringah menerima kedatangan Bupati Jember Muhammad Fawait di rumahnya, di Dusun Curahmluwo, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).
Ibu muda yang memasuki usia kehamilan bulan keempat ini terlihat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Bupati dan juga beberapa petugas Puskesmas Nogosari, Rambipuji dalam kunjungan tersebut.
Dari perbincangan itu, akhirnya petugas Puskesmas menelepon dokter spesialis obgyn di RSD dr Soebandi Jember untuk mengkonsultasikan kondisi Putri.
Bahkan bupati yang akrab disapa Gus Fawait juga berbincang langsung dengan sang dokter, terkait kondisi bumil itu, dan perawatan selama kehamilan sampai proses melahirkan. Mengingat, Putri termasuk dalam ibu hamil yang berisiko tinggi, setelah melihat riwayat kehamilan pertamanya.
Baca juga: Jadi Temuan BPK, RSD dr Soebandi Jember Diminta Kembalikan Uang Jaminan Pasien Rp 500 Juta
Kunjungan itu merupakan rangkaian peninjauan layanan homecare di Kabupaten Jember, berbarengan dengan kegiatan Bunga Desaku d Kecamatan Rambipuji.
Selain mengunjungi Putri, Bupati Fawait juga berkunjung ke Rumiyati (35) yang rumahnya berdekatan.
Di dalam keluarga Rumiyati, ada anak yang tumbuh kembang fisiknya kurang, sehingga harus diperhatikan lebih teliti agar ideal sesuai dengan standar Kesehatan.
"Tinggi badan dan berat badan anak saya kurang. Anaknya nggak suka makan, tetapi kalau tempe, tahu, dan telur suka. Saya juga tidak pernah absen datang ke Posyandu," tutur Rumiyati menceritakan anak bungsinya yang berusia dua tahun.
Rumiyati mengaku senang jika ke depan anaknya akan mendapatkan perhatian lewat layanan Kunjungan ke rumah.
Hal senada juga diakui Putri Zuhro Laili. "Senang juga," ujarnya.
Baca juga: Anak 11 Tahun di Jember Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Usai Kejar Layangan
Kedua keluarga ini termasuk keluarga tidak mampu. Rumah keduanya bukan tembok, dan lantai rumahnya Tanah.
Karenanya, rombongan bupati juga membawa bantuan sembako dan tambahan gizi kepada kedua keluarga tersebut.
Bupati Jember Muhammad Fawait menuturkan, mereka yang mendapatkan layanan homecare juga mendapatkan bantuan sembako.
"Jadi dapat layanan kesehatan, juga dapat bantuan sembako, ini jadi penyemangat," ujar Fawait.
Baca juga: JFC 2026 Dongkrak Ekonomi Jember, Okupansi Hotel Tembus 80 Persen
Terkait pelaksanaan layanan homecare setelah diluncurkan pada Jumat (24/7/2026) pekan lalu, Bupati Fawait mengakui masih belum sempurna.
"Memang masih belum sempurna, karena perlu waktu untuk sebuah kebijakan besar. Tetapi kita semua melihat, bagaimana tenaga kesehatan, teman-teman Dinas Sosial, Puskesmas, semangatnya luar biasa. Tadi juga bisa dilihat sendiri, bagaimana bisa ngobrol langsung dengan dokter spesialis obgyn untuk ibu hamil yang berisiko tinggi," ujar Fawait.
Karenanya, program layanan homecare ini perlu mendapatkan dukungan banyak pihak, dan keterlibatan banyak pihak juga. Hal ini diungkapkan Bupati Fawait ketika ditanya perihal layanan homecare disinkronkan apada kader Posyandu.
"Ini harus disinkronkan dengan banyak pihak, karena layanan homecare ini merupakan kerja kita bersama. Sehingga semoga dua - tiga bulan ke depan, bisa sesuai harapan," ujar Fawait.
Bupati Fawait menegaskan, layanan homecare ini sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui layanan sektor kesehatan.
"Juga ada perbaikan rumah yang tidak layak, dan ini sesuai dengan program Astacita Pak Presiden untuk pengentasan kemiskinan," tegas Fawait.
Layanan kunjungan kesehatan ke rumah atau homecare Pemkab Jember diluncurkan Jumat (24/7/2026) akhir pekan lalu.
Layanan homecare ini menyasar kelompok rentan, antara lain lansia, ibu hamil, warga stunting, juga warga dengan riwayat sakit kronis.
Bupati Jember Fawait mengatakan melalui layanan tersebut, warga miskin bisa memiliki dokter keluarga. Layanan itu juga dilengkapi konsulatasi kepada dokter spesialis meski secara arak jauh (telemedicine).